Wednesday, February 06, 2008

Denyut Rasa Hati

Denyut itu selalu menggangguku. Setiap saat.
Tiba-tiba dia menyerang dan aku terlena.
Dia muncul hanya sesaat lamanya kemudian hilang.
Denyut itu memberikan sensasi yang luar biasa.
Sensasi sesaat akan rasa sayang di hatiku.
Kadang juga rasa marah dan rasa kesal.
Denyut itu bukan denyut biasa. Itu berisi emosi yang luar biasa.
Malangnya, denyut itu di luar sadarku. Ia datang dan pergi sesuka hatinya.
Aku tak dapat mengendalikannya.

Ah... aku tahu,
Ia hanya berani pada kesendirianku.
Saat aku sibuk, saat aku dengan teman-temanku ia pasti tak berani menyerang.
Namun, dalam lamunanku aku tak kuasa menahannya.
Aku suka dengan denyut itu, tapi aku tak tahu apa efeknya terhadap diriku.
Akh... andai saja aku bisa selalu sibuk dan bisa selalu bersama orang lain, pasti denyut itu tak mampu menyerangku.

Tapi aku suka diserang denyut itu.
Kenapa pula aku mesti menghindar darinya.
Kenapa pula aku mesti menolaknya.
Aku suka denyut itu.
Aku bahkan menantikannya.
Mungkinkah dia berbahaya?
Atau aku hanya takut sesuatu yang emosionil.
Kenapa harus takut? Bukankah aku harus menghadapinya? Bukankah aku harus selalu mengeluarkannya. Emosi itu.

Hmm... Denyut itu.
Aku menyukainya.
Aku menakutinya juga.

Aneh.

No comments: