Tuesday, January 13, 2009

Biarkan Hanya Aku dan Tuhanku yang Tahu

Kemarin lampu padam di rumahku. Mungkin petugas PLN mengalami kesulitan karena hujan yang sangat deras dan angin yang sangat kencang. Maghrib sudah datang, dan sang surya sudah tenggelam. Warna kemerahan di langit juga sudah hilang.

Aku menyalakan tiga batang lilin. Masing-masing di ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan. Seraya mengambil makanan ke piring ku, aku berbicara kepada Tuhanku. Ditemani derasnya hujan dan kencangnya angin aku berbicara kepada penciptaku. Pembicaraan itu sangat pribadi. Tidak pernah ada yang tahu selain aku dan Tuhanku.

Suatu topik yang sangat karib antara aku dan Dia. Aku menumpahkan segalanya. Semuanya. Aku tahu Dia mendengar. Sampai muncullah tiga pertanyaan kepada diriku sendiri. Aku tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Pun begitu, lilin itu menjadi saksi percakapanku denganNya. Lilin itu mendengar segalanya. Begitu pula dengan dinding-dinding itu. Aku berharap bunyi deras hujan membuat samar kata-kataku.

Dan untuk segala sesuatu yang ku katakan malam itu, biarkan hanya aku dan Tuhanku yang Tahu.

No comments: