Monday, June 02, 2008

Aku Tidak Bisa Menangani Pujian Dengan Baik

Memang sangat sulit merespon suatu pujian. Terkadang aku hanya diam saja. Kadang tersenyum sedikit. Kadang aku berterima kasih. Namun jauh di dalam hatiku, aku menjadi monster besar dengan segala besar kepalaku.

Setiap menerima pujian, aku akan mengatakan kalau itu semua karena aku, karena kebolehanku dan karena kepintaranku. Aku berusaha merespon dengan saat benar memang, namun hati tidak bisa berbohong, saat itu aku menjadi sangat besar dan seperti sudah mengalahkan segalanya di bumi ini.

Satu percakapan kecil,

Grace: "B'Sahat, anak-anak kamarku suka lagu-lagu pilihan abang.". Kebetulan aku dipilih menjadi salah satu Pemimpin Pujian (PP) waktu retreat kemarin.

Sahat: Tersenyum, tidak berkata apa-apa.

Hati Sahat: Iyalah... gua gitu lho. Gua kan orangnya pinter banget milih lagu. Secara Bank lagu gua banyak dan pengalaman gua banyak. Mana mungkin gua dikalahin sama PP-PP yang lain. Gua gitu lho!! Gak usah dipertanyakanlah...

Kemudian dalam suatu perenungan kecil gua kembali teringat. Waktu pemilihan lagu-lagu tersebut gua udah buntu banget. Waktu itu gua harus menyiapkan banyak lagu untuk 3 kebaktian. Masing-masing kebaktian enam sampai tujuh lagu. Jadi kira-kira gua harus menyiapkan 19 lagu dengan tetap menjaga konsistensi tema kebaktian.

Waktu itu gua udah buntu banget. Ternyata milih lagu sama sekali gak gampang. Memang banyak Bank Lagu gua, tapi mencari yang sesuai itu sangat sulit. Akhirnya waktu itu gua berdoa dengan sungguh-sungguh agar gua dituntun mencari lagu. Diberikan hikmat untuk menentukan lagu.

Akhirnya terpilihlah semua lagu dengan isi lagu yang sesuai dan membentuk konsep ibadah tetap sesuai dengan tema. Dan saat itu gua seneng sekali.

Jadi kalau melihat kebelakang, harusnya yang dipuji itu bukan gua-nya. Secara, saat itu gua juga meminta bantuan untuk pemilihan lagu. Yang Membantu Gua, itulah yang seharusnya mendapat pujian, karena Dialah sebenarnya yang memilih lagu-lagu tersebut melalui gua (berat!)

Jadi teringat percakapan dengan salah seorang teman. Ini merupakan percakapan diskusi privat saat kami tengah mengendarai mobil. Dalam percakapan itu kami sama-sama membahas bagaimana caranya menghadapi pujian atau masa kebahagiaan. Gua ingat jawabannya adalah:

Bersyukur.

No comments: