Wednesday, March 05, 2008

Bayangkan

Bayangkan jikalau tiba-tiba, saat ini, saat engkau bermain dengan facebook, menulis blog, membaca email, menatap laptop-mu dan berlari kesana-sini di dunia maya, tiba-tiba sekelompok orang berjaket hitam, beberapa dari mereka berseragam coklat dan menggunakan topi coklat dan dipinggang mereka tergantung senjata api khas lengkap dengan sarungnya.

Bayangkan, kalau tiba-tiba tangan anda ditekuk kebelakang dan sepasang baja melingkar di kedua pergelangan anda tersebut, dan anda dipaksa menunduk hingga muka anda menempel ke tanah, dan anda bahkan tidak percaya itu terjadi namun mereka sudah berteriak-teriak untuk anda tidak melawan. Dan kemudian anda dibawa ke luar dari ruangan, selangkah demi selangkah, anda berusaha mempertanyakan apa yang terjadi namun pria berjaket hitam maupun berseragam menolak menjawab dan tetap memaksa anda jalan menuruni tangga keluar dari gedung. Anda bahkan tidak sempat menukar ID anda yang anda tukarkan di pos satpam tadi pagi.

Kalau ini salah satu adegan di film, mungkin akan mudah dibayangkan. Tapi bayangkan kalau hal itu benar-benar terjadi pada anda. Sekarang. Saat ini juga.

Bayangkan jikalau semua bukti mengacu pada anda. Sidik jari di tubuh korban, sidik jari di senjata yang tertinggal di ruangan yang sama, tiket pesawat Surabaya-Jakarta-Surabaya di tas anda yang hanya berselang 2 jam. Darah di kemeja anda dan celana jeans yang anda pakai. Tapi semua tanpa saksi.

Kejadian itu kan di Jakarta? Saya sedang di Surabaya, saya sedang bekerja. Mana mungkin saya buang-buang duit segitu banyak untuk kembali ke Jakarta hanya 2 jam lamanya? Ngapain juga sih gua ke Jakarta? Namun anda kembali bertanya: Tapi koq ada tiket pesawat pulang pergi di tas gua? Terus koq kemeja ama jeans gua yang di kos-an bisa ada darahnya yah? Apa gua gak sadar tadi malem pulang ke Jakarta, terus bunuh orang, terus balik lagi ke Surabaya, terus gua ganti baju terus gua tidur lagi gitu? Lagian siapa juga sih tuh cewek kenal juga nggak? Gua dituduh memutilasi lagi? Udah gila nih orang-orang. Udah lah, gua kan gak salah, bentar lagi keluarga gua dateng terus membela gua. Semuanya akan beres. Yah, anggep ajalah ini bakal jadi cerita gua di blog. Lumayan kan, bakal rame nih orang-orang ngunjungin blog gua gara-gara kisah nyata ini.

Bayangkan juga, tiba-tiba palu diketuk tiga kali dan laki-laki berjubah hitam itu, yang duduk ditengah-tengah orang-orang dipodium mengatakan anda dihukum seumur hidup di penjara. What! Gua kan gak bersalah. Gila! Apa-apaan ini? Maksud loe?! Gila apa! Dan kemudian anda teringat dengan keluarga anda, teman-teman anda, janji-janji anda, kehidupan anda, pekerjaan anda, latihan piano anda, semuanya, anda teringat dengan itu semua, dan-masih dengan rasa tidak bersalah-anda dipaksa meninggalkan semua itu.

Apa semuanya udah gila?! Gua gak bersalah?! Si dodol, gua tuh di Surabaya waktu itu, gak mungkin gua bunuh di Jakarta. Jam segitu tuh gua lagi tidur. Gila nih orang?! Gua gak bersalah goblok, salah nangkep ini. Gimana gua membuktikannya kalo gua gak bersalah. Aduh, sia teh goblog siah... anda salah tangkap ini Pak'. Aduh gimana ini.

7 comments:

Anonymous said...

sinting !!!!!

Unknown said...

Ini namanya berimajinasi Ca'.

You know, you may not able to kill someone in real world, but you sure can do it in your mind.

Your mind is your realm. But don't be deep, it's just for fun. Hehe.

Anonymous said...

dasar org anyeh....
:)

Unknown said...

Heh!

Siapa ini? Ayo ngaku! Gua kan gak anyeh, gua mah keren atuh. Hehehe.

Credo said...

ini cerita apa sih? :D

Unknown said...

Mengkhayal doang. Mencoba menggunakan kebebasan pikiran.

Tapi perasaan pernah nonton film kayak gini deh. Filmnya Halley Berry kalo gak salah ada yang kayak gini.

Dia pernah mbunuh tapi dia gak sadar.

Anonymous said...

The Perfect Stranger.
Halle Berry n Bruce Wilis.

Tp sengaja membunuh ko.