Monday, January 04, 2010

Membangun Choir

Belakangan sedang bekerja juga untuk membangun suatu Paduan Suara atau Koor atau Choir di gereja. Membangun suatu Paduan Suara yang berkualitas dengan kecintaan terhadap pujian-pujian indah buat Tuhan..

Dalam menjalani hal tersebut, banyak sekali masalah dan dilema. Masalah terbesar adalah: JUMLAH ORANG. Ini menjadi masalah besar sekali, karena memang zaman sekarang ini sedikit sekali anak muda yang menyukai paduan suara. Paduan Suara terdengar membosankan dan monoton. Apalagi dengan diharuskannya setiap penyanyi untuk bisa membaca partitur paduan suara. Ah.. nampaknya lebih senang bernyanyi lagu-lagu di kaset atau mp3 yang biasa diputar di radio dan televisi.

Sebenarnya banyak juga lho lagu-lagu pujian Pop masa kini yang di-arrange ulang menjadi repertoir paduan suara. Namun, ITULAH DILEMANYA.

"Ketika harus memilih jenis lagu yang ditampilkan, apakah harus dipilih lagu-lagu yang mudah, sehingga banyak penyanyi yang datang,
atau kah, pilihlah lagu-lagu yang menunjukkan "keindahan" paduan suara itu sendiri, namun sedikit penyanyi yang datang?"

Dilema ini mungkin bisa diatasi dengan gantian pemilihan lagu tiap minggu. Misalnya dalam 1 bulan terdapat 4 minggu, maka dipilih 2 minggu lagu mudah dan 2 minggu lagu paduan suara. Tetapi itu nampaknya hanya akan menjadikan kualitas paduan suara ditengah-tengah. Hmm.. mungkin bisa tingkat kesulitan dinaikkan sedikit-sedikit, tetapi itu juga kalau seluruh penyanyi konsisten datang.

Masalahnya penyanyi itu datangnya bergantian. Minggu ini si A tidak datang, minggu depan si B, minggu depannya si C. Hmm.. pusing juga.

Ternyata permasalahannya kompleks juga yah. Masalahnya Orang tua sangat menuntut pemudanya berprestasi dalam Paduan Suara. Seperti hidup dalam kebohongan. Anggotanya tidak terlalu menyukai Paduan Suara tetapi dituntut untuk suka.

2 comments:

Pojok Hablay said...

tergantung apa yang dicari, hat.
kalau elu memang mencari paduansuara oke, aku akan maju dengan kualitas

tapi, kalau ini adalah media untuk berinteraksi, untuk memuji Tuhan - tentu saja dengan komitmen penuh, musti coba cari format yang lebih memungkinkan untuk itu

Unknown said...

bisa bantu contoh format lainnya seperti apa?
belum mudeng euy.