Showing posts with label keseharian. Show all posts
Showing posts with label keseharian. Show all posts

Wednesday, February 16, 2011

Memulai Hari Dengan Bersyukur

Aku percaya memulai hari dengan bersyukur memiliki kekuatan kosmos yang sangat dahsyat
Dalam kepercayaanku kekuatan kosmos ini bukan sesuatu yang diawang-awang, melainkan sesuatu yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu kekuatan yang membuat aku begitu yakin menjalani hari, betapa Tuhan sendiri yang menyertai perjalanku sehari itu.

Bersyukur tidak harus melalui hal-hal besar. Bersyukur Tuhan memberikan kesehatan, nafas ketika bangun pagi, sinar mentari yang bercahaya menerangi ruang-ruang hati kita, keluarga yang berada bersama kita, kekasih, sahabat, harta berkecukupan, dan lain sebagainya. Bahkan dalam kondisi susahpun tetaplah bersyukur, karena kita masih diberi kehidupan di dalamnya. Dalam kondisi sakit juga bersyukur, karena masih ada peluang yang Tuhan berikan untuk menjalani hari ini.

Bersyukur, ucapkan saja

Aku mengucap syukur ya Tuhan untuk hari ini

mudah, ringan, tidak sulit untuk dikatakan. Hanya haturkan perkataan tersebut dari hati yang paling dalam. Niscaya seluruh surga mendengar dan tersenyum bersama kita.


Wednesday, February 09, 2011

Vertigo: Penyakit Orang Sombong

Bukannya tidak mungkin!

Penyakit ini memaksa seseorang untuk hanya melihat ke satu arah. Ke depan, dagu terangkat sedikit, dan hanya melirik ke sana ke mari untuk membantu penglihatan. Bahkan untuk menunduk saja terasa pusing, apa lagi menoleh ke kiri, ke kanan, ke depan atau ke belakang. Maak... akan terasa sangat pusing 7 keliling.

Penyebab:

Rusaknya alat keseimbangan di sistem telinga dalam tubuh.

Alat keseimbangan berada di kepala bagian telinga dan memiliki pembuluh-pembuluh yang mengirimkan sinyal-sinyal koordinat kepala ke otak. Sehingga otak bisa mengetahui posisi dari kepala. Apakah miring, ke kanan, ke kiri, menoleh, menunduk, dsb.

Pada Vertigo, kasusnya adalah, alat keseimbangan itu rusak. Sehingga koordinat yang dikirimkan ke otak tidak jelas. Akhirnya otak susah untuk menentukan koordinat, sehingga yang terjadi kemudian adalah kepala berputar-putar sampai otak akhirnya mendapat sinyal yang benar dari alat keseimbangan tersebut.

Yang sebenarnya terjadi adalah, terdapat cairan di dalam alat keseimbangan. Cairan tersebut yang menentukan koordinat dalam alat keseimbangan dan kemudian di kirim melalui pembuluh-pembuluh ke otak. Masalahnya adalah, ketika alat keseimbangan rusak, terjadi seperti "jeram" atau "riak" (seperti pada sungai) dalam alat keseimbangan. Itulah yang membuat koordinat sukar ditentukan oleh otak.

Pertolongan pertama:

- Ketika tiba-tiba anda tertidur dan menoleh ke sebelah kiri/kanan, atau menghadap kiri/kanan, atau miring ke kiri/kanan dan tiba-tiba seluruh dunia berputar seperti gempa yang tidak berkesudahan, dan lama kelamaan menjadi seperti sedang menaikki Roller Coaster:

Jangan Panik!!!

Luruskan kepala anda memandang ke depan. Ambil nafas yang dalam, kemudian hembuskan. Rilekskan diri anda sebentar, sehingga pusing dan roller coaster-nya hilang. Kemudian bangunlah dan segera ke Rumah Sakit. Di perjalanan gerakkan kepala anda sedikit saja ke sana-ke mari. Jangan berlebihan. Bisa membuat tambah pusing.

Segeralah temui Neurolog yang akan memeriksa jenis Vertigo anda.

Vertigo Sebagian, Vertigo karena virus, Vertigo karena kerusakan syaraf, Vertigo karena organ lain yang sedang sakit, dll. Pastikan anda mendapat treatment yang benar.

- Jikalau anda terlampau lelah, biasanya Vertigo akan menyerang lagi.

Jangan kuatir!

Tentunya anda sudah terbiasa. Dan anggap saja, anda sedang menaiki

roller coaster gratis!

Sunday, January 30, 2011

Pijat Refleksi: Yu Yuan Tang

Itu adalah uang Rp.225.000,- yang paling efektif yang pernah aku keluarkan
Ceritanya berawal dari aku yang ditugaskan ke luar kota, tepatnya di Kota Bandung. Sebagai informasi, 2 minggu lalu, aku sempat dirawat dengan diagnosa Vertigo yang menyerang alat keseimbangan diriku.

Saat itu aku belum pulih sepenuhnya dari Vertigo tersebut, alhasil masih ada sedikit rasa pusing yang aku rasakan, apalagi jikalau harus bekerja keras dan naik turun tangga dari lantai 1 ke lantai 4. Mau tidak mau Vertigo ini mulai kembali menyerang.

Aku teringat, yang lumayan membantu adalah Fisioterapi ketika berada di RS, tak ubahnya seperti sedang pijat refleksi. Untuk itu aku mengajak temanku untuk mencari tempat pemijatan refleksi di Kota Bandung, sebagai ganti fisioterapi yang biasa aku lakukan di RS. Yang menjadi tempat tujuan saat itu adalah Yu Yuan Tang, suatu tempat pijat refleksi eksklusif yang berada di bilangan Sukajadi, Bandung.

Ketika berada di Kasir depan, aku bercerita kalau Vertigo kembali menyerangku. Kemudian 'ncik empunya tempat menawariku untuk dipijat langsung oleh sang Lao Tse. Awalnya aku ragu, karena harganya cukup mahal, namun kemudian temanku tersebut meyakinkan diriku untuk mengambil tawaran itu.

Setelah menunggu sebentar di ruangan, aku diminta untuk mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada. Aku diminta berbaring tengkurap di suatu kasur yang bagian mukanya dibiarkan bolong. Tempat yang sangat cozy dan musik mengalun yang lembut membuat aku menjadi sangat rileks.

Untung saja aku punya teman yang pandai berbahasa Mandarin. Kemudian aku menelpon dia, supaya dia membantuku mengatakan kepada Lao Tse bahwa aku terserang Vertigo. Pembicaraan selanjutnya yang aku dengar adalah:

Ha...

Ha...

Hau ma...

Ha...

Ha...

k*asi*asdf*%#$&#*&#*&*#&... (bahasa mandarin)

Aku sama sekali tidak mengerti apa yang Lao Tse bicarakan di telpon dengan temanku itu. Untunglah selesai menelpon, Lao Tse mengangguk-angguk. Aku jadi tenang, sepertinya temanku itu berhasil membuat Lao Tse mengerti maksud kedatanganku ke sana.

Selanjutnya aku di pijat oleh Lao Tse tersebut.

Oh gosh... saya tidak menyangka ada orang yang bisa memijat dengan begitu enak.

Dia memijat sangat efektif, semua yang dia lakukan memijat, memukul, memijat dengan siku, menyubit dan setiap yang dia lakukan sangat berarti. Dia juga mengatur nafasnya dengan sangat baik.

Dia bisa tahu seberapa keras dia menekan. Nampaknya dia bisa merasakan apa yang aku rasakan tentang pijatannya. Tenaga untuk pijatannya, sangat pas aku rasa. Luar biasa.


Selain itu, dia seperti sudah hapal anatomi tubuh manusia, khususnya jaringan pembuluh darah. Ia memijat searah dengan pembuluh darahku. Mulai dari ujung kepala, sampai dengan ujung kaki. Ia berusaha melancarkan peredaran darahku. Sangat terasa, Ia lihai mengenali pembuluh-pembuluh darah yang menegang, dan tentunya ia sangat piawai membuat pembuluh darah tersebut kembali rileks dan menjalankan tugasnya dengan baik.

Ah.. aku merasa sangat rileks
Aku dan Lao Tse itu praktis tidak berkomunikasi. Satu-satunya kata yang dia tanyakan sepanjang pemijatan adalah:
"Saki?"
Responku hanya mengerang setiap kali Ia berhasil memijat ototku yang sangat tegang dan terasa sakit.

Ah... aku senang sekali dipijat seperti itu. Rasanya rileks dan kepalaku yang tadinya pusing kembali ringan dan fresh. Segar sekali rasanya.
Ah... Seperti orgasme.
Aku tidak menyesal membayar segitu mahal untuk pijatan yang sangat luar biasa profesional (lebay). Saya sarankan, sesekali, cobalah! Jikalau anda sudah merasa sangat capek. Tentunya anda bisa kembali segar dan rileks.


Saturday, September 25, 2010

Fitnes; Pengen Sehat Aja Susah

Baru-baru ini aku memutuskan untuk mendaftar di sebuah Klub Fitnes. Pasalnya, Olah Raga adalah sesuatu yang sangat jarang aku lakukan semenjak aku pindah ke Jakarta. Dahulu, waktu masih di Bandung, Fitnes ataupun Jogging adalah rutin aku lakukan demi menjaga vitalitas tubuh. Namun semenjak di Jakarta, hal itu menjadi begitu jarang.

Banyak faktor yang membuat aku enggan atau malas berolah raga. Jakarta, adalah kota yang padat dan macet. Tak ayal, ketika seseorang pulang dari kantor, lebih memilih beristirahat di rumah dari pada mesti melakukan kegiatan lainnya. Bayangkan saja, seseorang bisa berada di Jalan sampai dengan 2 atau 3 jam. Keletihan di jalan, dan bawaannya ingin rileks dan santai. Faktor lainnya adalah waktu kerja yang tidak beraturan. Kadang harus kerja di jam kerja normal, kadang mesti kerja malam.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang bahwa kehidupanku ini seperti stuck, hidup enggan, mati enggan, makanya aku memutuskan untuk kembali berolah raga. Sekalian mengikuti Klub yang mahal, sehingga merasa sayang atau rugi kalau jarang datang.

Ternyata hal itu lumayan berhasil. Sedikit banyak aku dipaksa untuk berolah raga.

Mindset orang fitnes adalah untuk membentuk otot, memperbaiki postur tubuh, dsb. Sementara kalau aku belum ke arah sana. Hanya ingin mengembalikan vitalitas tubuh, kebugaran dan kesehatan. Lumayan, semua lemak sepertinya terbakar. Dan sekarang sedang bertekad untuk membasmi lemak yang sudah menebal di sayap perut kanan dan kiri. Hihihihi.

Ternyata mau sehat saja susah. Semudah kita meracuni tubuh kita dengan makanan apapun, sesukar itu juga kita berusaha untuk menawar racun-racun tersebut dengan berolah raga.

Let's get in on!!

Wednesday, September 01, 2010

Lagi gak jelas

Terkadang bingung juga, dan bertanya-tanya:

Mengapa yah Tuhan menciptakan emosi

Hmm... untuk beberapa orang, pertanyaan ini memang menjadi suatu pertanyaan yang sangat bodoh. Namun, untuk orang yang seperti gundah sepertiku, nampaknya hal ini menjadi lazim dan sangat masuk akal.

Pasalnya, kegundahan diriku sama sekali tanpa sebab. Tidak ada apa-apa. Tidak ada masalah yang berarti. Mungkin ego-ku yang sedikit terganggu, tapi harusnya tidak sebesar ini lah efeknya.

Mungkin juga aku sudah jenuh akan kehidupanku dan butuh sesuatu yang baru. Tapi nampaknya tidak sejauh itu. Kegundahanku hanya sesuatu yang simpel nampaknya. Tidak tahu kenapa. Hanya gundah saja. That's it. Titik. Tanpa sebab, dan mungkin besok sudah hilang.

Aku kesaaaaalll...
Aku benciiiiiiiiiii...

Mungkin dengan meneriakan itu bisa membantuku sedikit. Atau malah sedikit berbisik:

Aku cemas...
Aku letih...
Aku lelah...
Aku capek...

Nampaknya itu semua adalah kata yang sama. Hanya pengulangan saja.

Pun begitu, aku merasa senang saat ini. Karena, akhirnya setelah sekian lama, blog ini terisi lagi. Mungkin nanti ketika aku lebih berani dan jujur kepada diri sendiri, aku bisa lebih berani menuliskan apa yang ada dipikiranku di-blog ini. Transparan. Tidak ditutup-tutupi.

Friday, August 27, 2010

Aku, aku sendiri

Belakangan ini gua mulai kembali menilai-nilai diri gua sendiri. Dan kalau gua banding-bandingkan, ada perubahan yang begitu signifikan yang terjadi dalam diri gua.

1. Gua berubah dari ramah menjadi tidak peduli. Dulu biasanya gua adalah orang yang setiap saat pengen ngobrol. Sekarang mah nggak yah. Ngobrol seperlunya aja kali. Hidup dalam dunia sendiri.

Dan tiba-tiba gua malas melanjutkan tulisan ini...
Jadi ya sudahlah. Di-posting segini aja. Dari pada gak pernah posting-posting lagi.

2. Lebih kepada diri sendiri dan egois. Males juga sih sebenarnya nulis-nulis seperti ini, dan dilihat orang banyak. Kesannya gimana gitu. Apa kata para pembaca yah kalau membaca tulisan ini. Mungkin kalau yang tidak kenal, dia akan berusaha mengerti gua. Tapi kalau kenal, mereka pasti akan bilang:

Benerrrr bangetttt tuhh!!

Thursday, May 06, 2010

Suka BB Duka BB

Sebenarnya sudah tertidur, cuma yah karena ada pesan masuk di-chat FB, dan BB-ku pun berbunyi dengan lantangnya akhirnya aku terbangun. Setelah aku cek, ternyata aku sedang chat juga dengan salah satu temanku yang lain. Nampaknya chat itu ku lakukan dalam kantukku. Hasilnya seperti ini:

Teman: Apa kabar??
Gue: Baik
Teman: sdfkajdfkadjflkajsdflkasjdflkafja (pertanyaan panjang)?
Gue: Apa yah?
Teman: asdklfjasdlkfjadklfjasldfkjadklfjaldkf (pertanyaan panjang)?
Gue: Oh, baik.
Temang: ajkhfjakjfhaksfhaskfhadjkafhsfjk
Gue: ... (udah gak bernyawa lagi. terlelap.)

Demikianlah punya BB ini. Kebetulan memang baru-baru ini gua memutuskan untuk menggunakan Black Berry, dan di-support dengan layanan online terus dari Indosat. Secara gua engineer yang mengerjakan Network Indosat gitu lho, jadi gua tahu keunggulannya dari yang lain. Huehehehe. Gua mencatat beberapa hal yang gua sukai dengan kebiasaan baru gua mengutak-atik BB:

1. Bisa tanya apa saja, kapan saja, saat itu juga, ke google atau wikipedia. Ketika ada pertanyaan dibenak gua tentang apa saja, langsung gua tanya. Misalnya waktu itu ada iklan lampu. Gua mau tahu itu produk asli Indonesia atau distributor, ternyata perusahaan itu distributor dari Jepang. Uuh.. gak oke.
2. Bisa online chat terus. Kalo lagi nunggu-nunggu gak jelas, bisa langsung ngajak ngobrol teman di ujung sana. Virtual friends pun muncul di sekeliling gua seketika.
3. Kebetulan tipe BB gua yang model ngebut kalo streaming (bisa 3G). Jadi asyik banget, bisa buka Youtube kapan aja. Tambah earphone, jadi deh.
4. Dan banyak lagi.

Gak enaknya:
1. Gak enak bayar langganannya.
2. Gak enak kalo ada yang bangunin malam-malam gara-gara ngajak chatting. Hahaha. Lebih lagi, gak enak sama lawan bicara kalo gua cuma jawab: "oh.. , ok, ehm.. , wow.. dsb." Ya iyalah, orang tidur diajak ngomong. Heran.

-sahat

Tuesday, April 06, 2010

Menulis Lagi

Setelah akhirnya sedikit bosan dengan Facebook, dan kembali membaca begitu banyak blog, akhirnya memutuskan untuk menulis lagi.

Hmm.. wondering how I start this again.

Mungkin dengan sekedar mengatakan, apa kabar? Atau dengan menulis How I feel sekarang. Benar, mungkin lebih baik dengan menuliskan apa yang kurasakan sekarang.

Saat ini, aku sedang merasakan seperti seorang diri. Pada kenyataannya memang seperti itu. Nampaknya aku terlalu membatasi diri dari orang-orang disekitarku. Aku lebih memilih membangun jarak, sehingga alhasil aku sendiri tidak bisa seenaknya melewati tembok yang sudah ku bangun tinggi-tinggi itu.

Jadilah aku bengong-bengong sepanjang perjalanan Pondok Indah - Cilincing, setiap perjalanan pulang dari Kantor. Kembali mereka-reka, kenapa yah, aku memilih untuk mengisolasi diri. Akhirnya aku seperti merasa sendiri dan kesepian.

Tapi gak apalah, biasanya perasaan seperti itu datang dan pergi.

Kalau tidak salah, saya pernah membuat satu blog lagi. Suatu blog rahasia yang pernah saya buat setiap saat emosi ku sedang labil. Aku bisa menulis seenaknya di sana. Karena hanya aku, blog itu dan Tuhan yang tahu. Hmm... nampaknya perlu mencari blog itu lagi.

Wednesday, September 02, 2009

Gempa, Jakarta 2 September 2009, 7,3 Skala Richter

Ah.. tidak mungkin. Mana mungkin gedung ini rubuh karena gempa. Pikirku dalam hati. Tetapi aku pun memilih ikut berdoa saat itu. Aku memanggil nama Tuhanku sambil menuruni tangga-tangga Menara BDN, Thamrin, Jakarta. Berlari menuruni tangga bersama dengan seluruh pengunjung dan pekerja gedung tersebut.

Pukul 14:55 siang memang aku sedang berada di gedung itu. Tepatnya di lantai 26, lantai teratas gedung tersebut. Aku berada di sana sejak pukul 9-an, kebetulan memang ada pekerjaan kantor yang harus aku kerjakan di sana. Tidak ada tanda-tanda gempa sebelumnya. Tidak ada peringatan ataupun yang lainnya.

Saat itu aku sedang berdiri dari kursiku. Hmm.. aku tidak dapat mengingat kenapa aku berdiri. Kalau tidak salah aku hendak ke kamar kecil. Pada saat itulah goncangan itu terasa begitu kuat. Aku terhuyung-huyung ke sana ke mari. Dan sesaat kemudian aku sadar bahwa itu adalah gempa. Langsung teringat di benakku cerita seorang teman, Ade Rizky yang sehari-harinya memang Ia bekerja di lantai 26 gedung BDN tersebut. Ia pernah bercerita bahwa pada suatu saat terasa gempa di BDN, Ia tidak bisa berkata apa-apa. Gelas-gelas bergemeretak dan Ia hanya bisa berdoa. Kalaupun memang sudah waktunya, ya berarti itu adalah waktunya. Mengingat hal itu, tidak percaya kalau aku bisa merasakannya sendiri.

Saat itu aku bimbang antara tetap berada di tempat dan menunggu gempa usai, atau aku memilih ikut berhamburan keluar dan menyelamatkan diri. Sejujurnya, aku tidak bisa berpikir jernih dalam keadaan tersebut. Kemudian aku mendengar suara beberapa orang wanita berteriak-teriak memanggil nama Tuhannya. Aku kemudian mengambil 2 unit ponsel-ku dan kemudian aku berlari ke luar. Saat itu rasionalismeku tidak berjalan. Aku hanya mengikuti orang banyak.

Aku keluar berhamburan ke tangga bersama orang-orang banyak dan mulai menuruni anak tangga. Sambil terhuyung-huyung kami berusaha menuruni anak-anak tangga. Sampai dengan lantai 23 gempa belum berhenti. Semua orang makin panik. Kemudian aku mendengar beberapa orang nyebut. Dalam pikiranku, ah mana mungkin gedung ini runtuh. Masak sih gedung ini runtuh karena gempa. Bagaimana juga yah kalau gedung ini runtuh karena gempa? Dan dalam kondisi seperti itu aku berkata dalam hatiku:

"Ya Tuhan..."

Sampai dengan lantai 19 gempa belum juga berhenti. Beberapa sudah merasa kecapaian dan mengurangi kecepatan turunnya. Kami masih terhuyung-huyung. Sambil terhuyung-huyung, samar aku mendengar beberapa percakapan:

"Mbak ke pos Satpam aja yah, di luar. Ajak Ade sama Murni ke sana! Jangan di dalam rumah, bahaya!!". Seorang Ibu nampaknya menelpon pembantunya di rumah karena Ia mencemaskan anak-anaknya. Ia memerintahkan mereka untuk keluar rumah.

"Kamu di mana? Aku udah di tangga nih". Nampaknya sepasang kekasih, atau mungkin suami-istri sedang saling mencari dan menanyakan kabar. Aku yakin mereka bekerja di gedung yang sama.

"Oi.. ngerasain gempa gak loe!! Gua lagi di tangga turun nih." Seorang pria nampaknya menelpon sahabatnya di pihak sebelah sana. Pria ini menuruni tangga dengan lebih gontai. Sudah di lantai 12A dan gempa tidak lagi terasa.

Kemudian aku melihat seorang wanita sedang hamil tua berusaha menuruni tangga. Satu demi satu, sangat perlahan. Hmm.. ingin rasanya menolong, tapi entah apa yang bisa aku lakukan. Tidak tahu, saat itu aku memilih berlalu.

Kemudian aku terinspirasi, sambil menuruni tangga, aku meng-sms orang-orang terkasihku. Beberapa sms aku kirimkan ke sahabat-sahabatku yang berdomisili di Jakarta, sedikit menceritakan kisahku sambil tersirat menanyakan keadaan mereka. Begitu aku sudah berada di luar gedung aku menelpon keluargaku di rumah, dan meminta mereka menyalakan televisi. Aku memberikan peringatan kepada mereka, kalau-kalau akan ada bahaya Tsunami. Kebetulan yang mengangkat telepon adalah ibuku:

"Nyalain tivi ma'. Cek ada peringatan Tsunami gak. Kalau ada, biar langsung naik Taksi pergi ke arah Selatan Jakarta."

Beberapa saat kemudian aku menerima telpon dari rekanku yang mengabari bahwa pusat gempa berada di sebelah selatan pulau Jawa. Hmmm.. sedikit aku bernafas lega karena Jakarta Utara akan aman dari potensi Tsunami.

Saat di bawah dan di luar. Aku memandang ke atas gedung untuk memeriksa apakah gedung baik-baik saja. Kemudian aku mulai bertemu dengan rekan-rekanku yang lain dan kami mulai lagi bersenda gurau.

Hmm... pengalaman yang unik hari ini. Mengingatkan aku untuk selalu mengingat orang-orang terkasih dan memastikan mereka baik-baik saja.

Monday, March 30, 2009

Akhirnya Ketemu Juga

Udah lama pengen ketemu sama yang satu ini, akhirnya baru kemaren-kemaren bisa ketemu.

Lintang.

Anak dari salah seorang rekan kerja di kantor. Selama ini mengenal dia dari site ini aja. Kirain orangnya tuh si 'ndut nan egois. Biasa kan anak kecil gendut pada mau-maunya aja. Ternyata gak!! Orangnya baik banget. Lucu. Pemalu. Hihihihi. Sangking pemalunya, mau foto bareng ama gua aja takut banget. Ngumpet terus di belakang Papanya.

Cerita ini berawal dari kunjungan kami, para MGw Engineer - Cinca, ke rumah salah seorang Project Manager kami, keluarga Widi Utama. Kunjungan ini juga sekalian nengokin anak kedua pasangan ini yang barus saja mendarat ke Bumi. Selamat datang kalau gitu kami ucapkan ke de' Rara (panggilan sayang Mas Lintang ke adik barunya).

Lumayan, kedatangan kami disambut makanan dan minuman yang segar. Habis makan mau foto-foto sama Lintang, eh.. Lintangnya nolak. Akhirnya dengan sedikit pemaksaan dapat deh foto berikut:


Yang berhasil foto dengan Mas Lintang namanya Ekho. MGw engineer paling serem di kalangan kami. Mukanya paling sangar, tinggi besar, tapi tenang aja hatinya lembuuuuuuuuuutttt banget. Hahaha. Bisa dilihat kan Mas Lintang lagi nangis gara-gara dipaksa foto sama kami-kami. Hahaha. Pokoknya nge-fans abis.

Lepas makan-makan, lihat-lihat anggrek, sempet ngitarin komplek dan ngobrol-ngobrol sama Papanya Lintang tentang Tips mencari rumah. Mantab ilmunya. Lintang juga ikutan sama kami jalan-jalan. Emang dia tuh gak bisa jauh dari Papanya. Di akhir perjalanan, akhirnya gua memberanikan diri nanya ke Mas Lintang

Gua: Mas Lintang kenapa gak mau foto sama Om? Padahal katanya dari tadi nanya in, "mana temennya Papah? Koq gak dateng-dateng?" Eh, pas ketemu koq gak mau foto.

Lintang: Gak mau ah, orangnya gak manis.

OH MY GOD...! Baru sekali seumur hidup gua menerima hal seperti ini.

Gua: Emangnya siapa yang manis?

Lintang: Mama.

Gue: **&^*$$!*&(*&0

Hahahaha... Dasar Lintang. Awas yah kalo udah gede, kita foto an lagi. Hahahaha.

Tuesday, March 10, 2009

Tukang Servis (Again??!!)

Pagi ini waktu ngisi bensin,

Tukang Pom Bensin : Kerjanya servis yah Pak?
Gua : Hah?
Tukang Pom Bensis : Kerjanya nyervis yah Pak? Soalnya tasnya Ericsson
Gua : Oh...

Kayaknya ini udah sejuta kalinya deh kalo kerjaan gua bukan:
1. Jualan Handphone
2. Nyervis Handphone
3. Jual pulsa
4. Dsb.

Tapi gak papa. Lucu juga tuh Bapak Tukan Pom Bensin. Setidaknya dia mencoba ramah. Dan, gua cukup terhibur juga dengan usaha ramah dan senyum dia pagi ini.

Selamat Pagi Dunia!
Chayo...

Friday, March 06, 2009

Presentasi

Pagi ini tadi presentasi di depan rekan-rekan satu tim.
Hmm... gimana yah?

Sekilas, kembali teringat waktu zaman Tugas Akhir dulu.
Waktu itu tetap maksain presentasi, padahal gua bener-bener gak ngerti apa yang gua omongin.
Alhasil benar-benar stressssss.

Kemaren juga sebenarnya belum terlalu mengerti apa yang pengen gua bagiin. Sampai akhirnya, cresss.. terbersit ide apa yang akan dipresentasikan. Hmm.. pelan-pelan dikerjakan idenya, akhirnya selesai juga.

Karena ide sendiri, jadinya sedikit mengerti apa yang harus dibagikan. Kemudian, sisakan waktu 1 hari untuk belajar dan menggali. Hmm.. hasilnya lumayan. Dan akhirnya berhasil juga mengalahkan trauma Tugas Akhir. Hehehe..

Ciayo...

Friday, February 06, 2009

Have Another Blog

Since this blog has too many readers, so I decided to create another blog. Place where I can write everything. Surely, everything. Hmm... I supposed only me, the blog and God who follow this blog. It's fine, sometimes I just need to write for my self. My truly self.

Therefore, I'm not gonna share this blog to you readers, and I'm sorry for that. It's just too private. And also, I use anonymous for every detail profiles in that blog.

Yet, that is the base purpose of a blog anyway, so a person can reread his/her life someday in the future, and take a lessons from there. Do you reread your blog often? I do. And I use to remind, what was the lesson in it.

What I'm trying to say is: it's really nice to have a blog, who just me to read it. Even a very secret thing I can wrote it down there. I just like the sensation. My secrets, it's actually out there. People read it. But, they never know who is written it.

Tuesday, January 20, 2009

Bugh vs Jazzy

Bugh itu adalah motor gua B 6271 UGH, sementara Jazzy adalah mobil gua B 1410 JZ. Gua sih cinta mati ama mereka berdua, sebenarnya lebih ke si Bugh si selama ini. Secara gua lebih suka sesuatu yang cepat, ringkas, padat.

Gua suka si Bugh karena:
- Dia itu cepat, efisien dan efektif di tengah kemacetan Jakarta
- Mesinnya halus
- Bisa di ajak ngebut

Sementara gua suka si Jazzy karena:
- Nyaman
- Bisa sambil dengerin musik + Karaoke (ini nilainya tinggi banget)

Baru aja tadi gua menemukan lagi Album Closer-Josh Groban di mobil gua. Itu artinya, sampai beberapa saat ini, kayaknya gua prefer Jazzy deh.

Bayangkan, sambil mendengarkan alunan musik nan indah, melihat pemandangan lingkar luar Jakarta nan cerah, gak pake macet, meluncur dengan kecepatan stabil dan santai. Iya banget deh si Jazzy belakangan ini. Udah gitu Premium turun lagi. Jadi untuk sementara.. Bye.. bye.. Bugh. Tetep gua pakai koq untuk jarak pendek. Hehehe..

Love them both.

Friday, January 16, 2009

Will Never Break the Law Anymore

Jumat, 19 Desember 2008, Hukum bertindak tegas terhadap gua.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup gua, gua berada di posisi tepat 1 meter di depan seorang hakim. Pasalnya, 2 minggu sebelum itu gua dengan santainya (dan biasanya juga gitu) berputar di U turn ke arah yang berlawanan. Ditemani dengan si Bugh, Supra kesayangan gua, gua membelok dan tepat berhadapan dengan sebuah truk kontainer besar.

Sebenarnya waktu itu ada beberapa motor yang membelok, sialnya, hanya gua yang terjebak paling dalam ke papasan dengan kontainer. Sejujurnya, sedikit lagi gua terjepit oleh kontainer itu. Tapi yah namanya pengendara motor, semua juga dijadiin jalan.

Dan tiba-tiba, muncullah, seseorang berseragam polisi, lengkap dengan kacamata raybend, menutup kedua matanya. Gua tertangkap basah. Dia menilang gua dan gua gak bisa berkata apa-apa lagi. Secara gua sukanya sesuatu yang instan, jadi gua tawarkanlah berdamai di tempat. Tapi ditolak tuh... Mungkin dia udah kesel banget kali yah, karena untuk menangkap gua dia mesti berlari-lari berdampingan dengan kontainer itu. Hihihihi... Olah raga juga tuh Pak Polisi.

However, gua langsung panik. Seumur hidup gua, gua baru 2 (dua) kali di tilang naik motor, dan semuanya itu berlangsung dengan damai dan cepat. Gak pake sidang-sidangan. Kali ini gua mesti sidang. Dan itu, somehow, membuat gua afraid.

Jadilah gua bertanya-tanya ke semua mantan-mantan pelaku pelanggaran itu. Mereka semua merespon dengan:
"tenang aja... semua itu gampang diatur"
sementara gua sendiri mengumpat dalam hati:
"gimana bisa tenang orang gua bentar lagi di sidang"
Sialnya lagi, jadwal sidang gua tersebut bertepatan dengan rencana jadwal gua untuk presentasi Knowledge Sharing di kantor. Dan karena gua panik, gua lebih memilih sidang.

Ternyata sidang itu berlangsung sangat cepat dan efektif. Kecuali, ada satu bagian yang bikin bete banget. Kira-kira begini runut persidangannya:

1. Datang ke Pengadilan yang dituju, alamatnya ada di Surat Tilang yang diberi Polantas.
2. Cari nomor tilang dan kemudian catat nomor sidang.
3. Serahkan surat tilang tersebut ke petugas yang berada di depan sebelah kiri Hakim, kemudian tunggu sampai nama dan alamat disebutkan.
4. Begitu nama anda dipanggil, anda akan berhadapan langsung dengan Hakim
5. Anda akan diminta menyebutkan kesalahan anda, jawablah dengan jujur
6. Denda yang dikenakan akan dibacakan + 1000 rupiah biaya administrasi
7. Pergi ke Kasir pembayaran denda (di sinilah terdapat banyak calo yang menyelak). Kasir tersebut terdapat dua petugas. Satu petugas khusus melayani para calo, sementara satu lagi melayani orang-orang yang ditilang. Petugas tersebut suaranya sangat kecil. Sementara ia diharuskan menyebut nama orang satu persatu. Ditambah, yang sangat menyebalkan, suara para calo itu yang sangat keras-keras bersenda gurau, membuat suara petugas sama sekali tidak terdengar.
8. Bayar denda dan ambilah SIM anda.

Demikian prosesnya. Sangat mudah diikuti dan berlangsung sangat cepat. Kurang dari satu jam.

Tapi untuk itu pula, gua udah males kalo disuruh balik lagi ke sana. Udah cukuplah pengalaman gua. Makanya gua berjanji will never break the law anymore. Hope I can do it.

Tuesday, January 13, 2009

Biarkan Hanya Aku dan Tuhanku yang Tahu

Kemarin lampu padam di rumahku. Mungkin petugas PLN mengalami kesulitan karena hujan yang sangat deras dan angin yang sangat kencang. Maghrib sudah datang, dan sang surya sudah tenggelam. Warna kemerahan di langit juga sudah hilang.

Aku menyalakan tiga batang lilin. Masing-masing di ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan. Seraya mengambil makanan ke piring ku, aku berbicara kepada Tuhanku. Ditemani derasnya hujan dan kencangnya angin aku berbicara kepada penciptaku. Pembicaraan itu sangat pribadi. Tidak pernah ada yang tahu selain aku dan Tuhanku.

Suatu topik yang sangat karib antara aku dan Dia. Aku menumpahkan segalanya. Semuanya. Aku tahu Dia mendengar. Sampai muncullah tiga pertanyaan kepada diriku sendiri. Aku tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Pun begitu, lilin itu menjadi saksi percakapanku denganNya. Lilin itu mendengar segalanya. Begitu pula dengan dinding-dinding itu. Aku berharap bunyi deras hujan membuat samar kata-kataku.

Dan untuk segala sesuatu yang ku katakan malam itu, biarkan hanya aku dan Tuhanku yang Tahu.

Thursday, October 23, 2008

Nelpon Artis

Tempo hari sempet nelpon artis perihal mengundang dia dalam suatu event yang gua dan teman-teman selenggarakan.

Nama artis tersebut adalah Cindy Carolina Sibarani. Dia terkenal lewat acara reality show Akademi Fantasi Indosiar season II. Dia mendapat kehormatan di peringkat 4 waktu itu. Semenjak itu dia sering sekali dipanggil nyanyi ke sana ke mari, dan tentunya juga bermain Sinetron ke sana ke mari, dan juga bintang iklan ke sana ke mari.

Beliau ini sebenarnya teman SMA gua waktu di 13. Cuma dia itu angkatan 2000 sementara gua 2001. Kami cukup saling mengenal lah selama di sekolah, dan emang dia selama di sekolah dulu terkenal sebagai artis dengan suara emas. Selain suaranya bagus, pembawaannya itu juga menakjubkan. Ruuuaarrr.. biasa. Sebenernya yang suaranya bagus banyak waktu di SMA, tapi yang kayak dia ini emang cuman satu.

Back to the Topic, sebenernya gua takut juga mau nelpon dia. Gua takutnya dia udah gak kenal gua. Sempat mendengar rumor sih dari teman-teman lain, katanya Cindy sekarang berbeda, susah diajak kemana-mana dsb. Wadoh.. gua makin ngeper tuh nelpon dia. Cuman ya emang butuh, akhirnya gua tetep beraniin diri nelpon dia.

tuut... tuut... tuut...

die : Hallo...
gue : Hallo selamat pagi, dengan Cindy
die : Ya benar, ini dengan siapa
gue : Ini dengan Sahat Hutajulu
die : Siapa?!!
gue : Sahat, temen SMA lu sih. Gua gak tau lu masih inget ama gua apa nggak.
die : Oh.. Sahat... gile ternyata loe toh', gua kan gak tau marga lu. Eh, apa kabar lu bok... gile kemana aja loe.. bla.. bla... bla...
...
gue : Iye.. gua takut banget tadi nelpon lu. Gua takut lu gak kenal gue.
die : nggaklah.. tenang aja.. sekali-sekali maen dong.. lu..
...
gue : ngapain sekarang..
die : nyanyi-nyanyilah, entertainer, latihan-latihan, buat album...
...

Piuuhhh...!! Untungnya ternyata dia masih kenal gua. Kalo gak kenal, malu banget deh gua.
Hihihi.. Bangga juga gue, punya temen artis terkenal dan tetep cinta Tuhan sampe sekarang.

Keep fighting Sis', for the glory of Heaven!! Gb

Wednesday, September 10, 2008

4 Kepala Menjadi Satu

Ternyata teramat sulit menyatukan 4 kepala menjadi satu. Apalagi kalau ke-4 orang tersebut adalah orang Batak. Sebenarnya tidak ada masalah dengan suku Batak, namun hampir seluruh Pria Batak adalah orang yang ingin terlihat dominan di kelompoknya. Sekarang bayangkan, kalau ada 4 pria Batak, dalam suatu ruangan kecil berukuran 1,5 x 3 m, dan sama-sama ingin dominan dalam perkumpulan tersebut.

Sebenarnya acara-acara reality show yang mengumpulkan banyak orang dalam satu rumah, dan kemudian satu-satu dieliminasi nampaknya akan menjadi seru kalau seluruh pesertanya adalah orang Batak. Kita akan sering melihat pertengkaran di sana, rasa tidak saling menerima, kelompok satu membicarakan kelompok yang lain, dsb.

Now look again, carefully, bukankah sebenarnya hal ini terjadi di Kantor kita, di tempat kita bekerja, di tempat kita berjemaat, bahkan di perkumpulan-perkumpulan rohani sekalipun hal ini terjadi. Yang saya maksud adalah, baik perseorangan maupun kelompok, ingin menjadi dominan dalam kelompoknya yang lebih besar.

Jadi apa yang kita lihat di sini, setiap manusia punya ambisi, setiap manusia punya pemikiran, dan terkadang manusia itu merasa bahwa idenya, pemikirannya adalah yang paling ideal. Count me in, gua sangat menganut paham ini. Gua selalu merasa diri paling benar. Gak ada kesempatan lain untuk orang lain menjadi benar, gua-lah orang terpintar di kelompok gua. Dan sebenarnya itulah yang menjadi masalah.

Coba sekarang hitung-hitung, kejadian di mana saran kita yang kita pikir paling ideal itu, tidak dipakai dalam kelompok. Cermati hasilnya. Adakah itu sangat berbahaya sehingga membubarkan kelompok, sehingga itu menimbulkan kerugian yang sangat dahsyat? Atau ternyata itu hanya bergeser sedikit, baik ke arah yang lebih baik atau kurang baik dari saran ideal menurut kita itu.

Yang pasti, saat empat, atau lima, atau enam, bahkan 1000 kepala menjadi satu, yang paling penting adalah alasan dan motivasi dibalik setiap keputusan. Pada dasarnya setiap anggota mesti perduli dengan kepentingan kelompok, dan ia memiliki alasan tersendiri dalam ide atau sarannya tersebut, dan pasti alasan dasar dan motivasinya adalah untuk kemajuan kelompok.

Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah, memilih ide terbaik dengan kemajuan terbanyak dan risiko terkecil. Itulah yang harus dilakukan. Sebenarnya semudah itu, kita hanya perlu menyisihkan waktu untuk menganalisinya.

4 kepala menjadi satu... hmm.. no probelmo

Thursday, June 05, 2008

Salah Beli

Kemarin akhirnya gua nekat membeli External Harddisk dan TV Tuner. Setelah sekian lama pembelian itu ditunda-tunda dengan alasan gak ada budget, kemaren gua memberanikan diri untuk selangkah lebih maju lagi menjadi gadgetor.

Anyway, perjalanan ke glodok dengan kenekatan itu tidak berbuah cukup baik. Setelah mensurvei 3 toko dan harganya, akhirnya gua memutuskan membeli External Harddisk Maxtor 120 Gb dan TV Tuner Gadmei U330+. Harganya sih lumayan. Tampilan luarnya keren. Satu hal yang gua salah banget adalah gua tidak membaca sistem operasi yang cocok untuk gadget-gadget tersebut.

Ternyata eh ternyata, kedua gadget tersebut cocok dengan Windows XP, sementara sistem operasi yang dipakai di notebook gua adalah Windows 2000. Waduh, cilaka dua belas nih. Yang ada fungsional yang bisa jalan cuman setengahnya gara-gara salah sistem operasi. Kalo EHD gua, dia bisa ngebaca sekalian sama driver-driver-nya, sementara kalo TV Tuner gua gak berhasil memproduksi suara. Wakakakkakakak. Emang gak direstui banget gua beli dua alat itu nampaknya.

Hmm... tapi gua jadi belajar satu hal melalui kejadian ini. Emang sih gua yang pegang duit, tapi bukan berarti gua yang punya. Gua cuma dititipkan doang sama Yang Maha Kuasa dan gua seharusnya dapat menjadi bendahara yang bijak untuk setiap pengeluaran gua. Kemarin tuh gua serasa yang empunya harta sehingga gua sama sekali gak berkonsultasi dengan Tuhan tentang kebutuhan-kebutuhan apa yang harus gua penuhi.

Yah, gua hanya berharap kejadian seperti ini gak terjadi lagi di kemudian hari. Gua seharusnya bisa lebih bijak atau minimal berkonsultasi dengan Tuhan untuk setiap hal dalam hidup gua. Nice learn Yesterday.