Showing posts with label vacation. Show all posts
Showing posts with label vacation. Show all posts

Wednesday, September 28, 2011

Bangkok: City of Sex



Local Stranger: Hey, where are you from Pak?
Me & My friend: Indonesia.
Local Stranger: Ouw, Abu Dhabi. (What??? This guy is completely lost in Geography)
Me & My friend: Jakarta
Local Stranger: Massage Kap, 100 Bath, whole body
Me & My friend: (talking in Bahasa)
Local Stranger: Massage Kap, 50 Bath. F*ck*ng and S*ck*ng Kap. 50 Bath.

We're just get out from MBK (One of mall in Bangkok) and directly searched for taxi, until this local stranger came, and above conversation happened.

Bangkok, I don't hesitate to pronounce this city as The City of Sex. Further intense from Amsterdam I believe. Be an expatriate in this city, then you will understand how people in Bangkok treat us. Me, my self, I treated fully like customer, and they consume me. At least that's what I felt so far.

Take a walk in various roads in centre of Bangkok (Sukhumvit, Silom, Siam, etc), you can easily find Bars and Clubs along the way. These are special Bars and Clubs. Once you're in, you will be tempted with those almost-naked-girls in the middle of the room above the stage. They dance in very sexy way, holding the pole, spinning around, attract their audiences so they will be taken away.

Bangkok; beyond imagination, not provide you only the dance, even the actions. Ping Pong show: sex shows which covers a lot of actions, which beyond our imagination. They even provide the live f*ck*ng show.

Take a walk in those roads, you'll find porn DVDs, dildos, etc., as easy as you find Hotdog.

At least people here are not being hypocrite.
Do they proud of it? I don't think so.
These all just a system.
System we known as Bangkok.

I named it myself: "Mysterious Bangkok".

Sunday, September 25, 2011

Bangkok: where modern and traditional meet.



Deep in the heart of Bangkok, we will find modernization side by side with traditional-religion architectures. The city is moving in two directions.

Mega projects of modernities. Futuristic architectures, enormous infrastructures (sky train, MRT, etc), high degree land usage.














On the other hand, people in Bangkok also build their Based sanctuaries:











Something mysterious about this city. I haven't figure it out. It's just, this city is different with
other cities I've ever been. Something mystical, something different, far beyond casual about this city. The breath, the atmosfer, the routines, all are unusual; looks like usual but they are not.



Sunday, January 30, 2011

Pijat Refleksi: Yu Yuan Tang

Itu adalah uang Rp.225.000,- yang paling efektif yang pernah aku keluarkan
Ceritanya berawal dari aku yang ditugaskan ke luar kota, tepatnya di Kota Bandung. Sebagai informasi, 2 minggu lalu, aku sempat dirawat dengan diagnosa Vertigo yang menyerang alat keseimbangan diriku.

Saat itu aku belum pulih sepenuhnya dari Vertigo tersebut, alhasil masih ada sedikit rasa pusing yang aku rasakan, apalagi jikalau harus bekerja keras dan naik turun tangga dari lantai 1 ke lantai 4. Mau tidak mau Vertigo ini mulai kembali menyerang.

Aku teringat, yang lumayan membantu adalah Fisioterapi ketika berada di RS, tak ubahnya seperti sedang pijat refleksi. Untuk itu aku mengajak temanku untuk mencari tempat pemijatan refleksi di Kota Bandung, sebagai ganti fisioterapi yang biasa aku lakukan di RS. Yang menjadi tempat tujuan saat itu adalah Yu Yuan Tang, suatu tempat pijat refleksi eksklusif yang berada di bilangan Sukajadi, Bandung.

Ketika berada di Kasir depan, aku bercerita kalau Vertigo kembali menyerangku. Kemudian 'ncik empunya tempat menawariku untuk dipijat langsung oleh sang Lao Tse. Awalnya aku ragu, karena harganya cukup mahal, namun kemudian temanku tersebut meyakinkan diriku untuk mengambil tawaran itu.

Setelah menunggu sebentar di ruangan, aku diminta untuk mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada. Aku diminta berbaring tengkurap di suatu kasur yang bagian mukanya dibiarkan bolong. Tempat yang sangat cozy dan musik mengalun yang lembut membuat aku menjadi sangat rileks.

Untung saja aku punya teman yang pandai berbahasa Mandarin. Kemudian aku menelpon dia, supaya dia membantuku mengatakan kepada Lao Tse bahwa aku terserang Vertigo. Pembicaraan selanjutnya yang aku dengar adalah:

Ha...

Ha...

Hau ma...

Ha...

Ha...

k*asi*asdf*%#$&#*&#*&*#&... (bahasa mandarin)

Aku sama sekali tidak mengerti apa yang Lao Tse bicarakan di telpon dengan temanku itu. Untunglah selesai menelpon, Lao Tse mengangguk-angguk. Aku jadi tenang, sepertinya temanku itu berhasil membuat Lao Tse mengerti maksud kedatanganku ke sana.

Selanjutnya aku di pijat oleh Lao Tse tersebut.

Oh gosh... saya tidak menyangka ada orang yang bisa memijat dengan begitu enak.

Dia memijat sangat efektif, semua yang dia lakukan memijat, memukul, memijat dengan siku, menyubit dan setiap yang dia lakukan sangat berarti. Dia juga mengatur nafasnya dengan sangat baik.

Dia bisa tahu seberapa keras dia menekan. Nampaknya dia bisa merasakan apa yang aku rasakan tentang pijatannya. Tenaga untuk pijatannya, sangat pas aku rasa. Luar biasa.


Selain itu, dia seperti sudah hapal anatomi tubuh manusia, khususnya jaringan pembuluh darah. Ia memijat searah dengan pembuluh darahku. Mulai dari ujung kepala, sampai dengan ujung kaki. Ia berusaha melancarkan peredaran darahku. Sangat terasa, Ia lihai mengenali pembuluh-pembuluh darah yang menegang, dan tentunya ia sangat piawai membuat pembuluh darah tersebut kembali rileks dan menjalankan tugasnya dengan baik.

Ah.. aku merasa sangat rileks
Aku dan Lao Tse itu praktis tidak berkomunikasi. Satu-satunya kata yang dia tanyakan sepanjang pemijatan adalah:
"Saki?"
Responku hanya mengerang setiap kali Ia berhasil memijat ototku yang sangat tegang dan terasa sakit.

Ah... aku senang sekali dipijat seperti itu. Rasanya rileks dan kepalaku yang tadinya pusing kembali ringan dan fresh. Segar sekali rasanya.
Ah... Seperti orgasme.
Aku tidak menyesal membayar segitu mahal untuk pijatan yang sangat luar biasa profesional (lebay). Saya sarankan, sesekali, cobalah! Jikalau anda sudah merasa sangat capek. Tentunya anda bisa kembali segar dan rileks.


Thursday, November 20, 2008

O/I Cruise Adventure 2008

As my Parents said:

for everything, there's always the first time.


Nah kemaren itu adalah first time gue maen yang namanya Snorkeling. Belom pernah deh gua seumur hidup ikutan olah raga air berkelas kayak gitu. Hehehehe. Btw, biasanya setiap gua mencoba sesuatu yang baru pasti berakhir buruk. Alias gak terlalu berhasil. Misalnya waktu itu, pertama kali main paintball. Yang ada kena tembak mulu. Atau, kehabisan peluru. Hahahaha.


Makanya gua kemarin itu agak memuji diri sendiri, karena ternyata untuk pertama kali nyoba gua langsung berhasil. Berhasil menggunakan alat snorkel itu, plus bisa menggunakan Kaki Katak. Itu belum termasuk juga berhasil mengendarai kano sendiri. Hehehe. Yang.. mohon dicatat, belum tentu semua orang berhasil menggunakannya. Especially for the first time.

Itu semua terjadi dalam rangkaian acara O/I Cruise Adventure. Kegiatan outing dari kantor Ericsson Indonesia, Departemen Core Netman.

Kesan gua atas acara ini:

Seru abissss!!! Ini adalah acara outing paling keren yang paling pernah gua ikutin.

Baru dua kali juga sih gua ikut outing. Hahahahaha...

Anyway, seru abis deh gue ikutin acara ini. Di acara ini gua menjabat sebagai Koordinator Acara. Dan secara gua orangnya gila, yang ada gua menggillllla abisss di acara itu. Gua sama tim acara yang nurut gua keren-keren abis menyusun acara-acara yang seru abis seperti berikut:

Tim Advanced: Mensurvei seluruh tempat yang akan dijalankan selama acara. Di barisan ini ada Igun, Joko, Daniel, Anto dan Gue sendiri. Tapi gua heran, nasib sial menimpa tim advanced ini bersama Mandala. Rencana sih pergi duluan jauh lebih pagi untuk mensurvei semua itu. Ternyata dikarenakan delay pesawat sampai 6 jam, maka kita hanya bisa mensurvei beberapa tempat, itu pun waktu malam. Bukan hanya keberangkatan bo, waktu mau pulang juga delay. Delay-nya begitu udah naik di pesawat. Maaakk.. ngeri banget.

Tapi pengorbanan kami terbayar... kami itu berlayar dari Bali ke Pulau Nusa Lembongan. Di situ lah kami bermain snorkeling, kano, dsb. Pokoknya seru abisss. Gua sendiri sempat mengambil gambar kehidupan pulau itu. Pokoknya gua gak takut panas waktu itu, soalnya gua udah pakai sunblock yang belinya berdua Puspa. Hahahahaha... Jadinya gua pede aja menembus semua terik mentari di pulau itu.

Sehabis itu, lanjut ke acara puncak. Malam keakraban O/I. Seru abis deh. Ada share dari para manajer tentang self development, dilanjutin sama:




Kuis CruiseVentura.


Seru abis. Ada juri-jurinya, ada hadiahnya, pesertanya seru dan yang paling keren ada:

Puteri Malamnya. Hahahahah... Jadi-jadian. Hahahahahaha...



Besoknya kami lanjut Rafting di Arung Jeram. Dan seru banget. Gua sampingan sama si Igun, dan arusnya seru banget.

Sorean dikit setelah belanja-belanji kami maen di Pantai Dreamland. Beneran pantainya bagus banget. Memuaskan.

Haaah.. setelah gua pikir-pikir, tenyata lebih asyik gara-gara gua jadi panitia. Tiap malam meeting. Pertama di kamar Anto. Seru banget ampe jam 2 ketawa-ketawa. Abis itu meeting di Kuta. Sambil ngupi-ngupi. Keren abis.

Gua gak bisa apa-apa deh tanpa tim acara itu. Ada Ihsan, Arya, Puspa, Anto dan Daniel. Seruuu abis.
Pokoknya momen outing kemarin. Tak terlupakan.

Hehehe..

See you next outing.


Monday, September 01, 2008

Paintball

Kata orang tua,

For everything there's always the first time

Kemaren itu pertama kalinya gua maen paintball. Acara ini diprakarsai oleh seorang teman kantor Sunandar Priyo Sajugo, sebagai salam perpisahan beliau karena akan melanjutkan kariernya di tempat lain. Beliau itu juga yang dengan baik hati mentraktir kami semua untuk acara itu. Lumayan juga uang yang dikeluarkan, sekitar 150 ribu untuk tiap orang, dan kemarin itu yang bermain ada 12 orang.

Sebagai orang kampung nan norak, jujur gua belom pernah mendengar tentang paintball. Kalo cuma bowling dan biliar mah udah sering, ice skating udah juga, kalo paintball, nampaknya itu mainan orang kaya deh. Makanya gua gak pernah nyoba. Udah gitu gua masih memegang teguh ajaran orang tua untuk hidup hemat nan irit. Hehe.

Anyway, kemaren itu begitu sampai di lokasi gua langsung disambut seragam militer nan usang untuk dipakai. Selain itu gua juga disambut dengan pengikat kepala dan sepatu boot. Beneran udah kaya perang betulan aja. Udah gitu gua disambut pula dengan suatu senapan genggam yang, oh my God, keren abissss. Pelurunya terbuat dari cat, tapi nembaknya udah kaya beneran. Wuiiihh... keren abis.

Sebagai permulaan kita diajarin gimana caranya menggenggam senapan, mengunci dan melepaskannya. Bagaimana cara ngecek amunisi kami masing-masing dan berbagai aturan standar lainnya. Kami juga dijelaskan untuk tidak menembak lawan dari jarak dekat, karena itu akan melukai orang tersebut. Jarak tembak minimal adalah 7 meter ke atas, lebih dekat dari pada itu tidak boleh menembak. Jikalau suatu saat berpapasan dengan lawan, keduanya harus mundur teratur.

All check, the game begin!

Gua bersama tim, mengambil posisi masing-masing dibalik perlindungan. Ada bunker, ban yang bertumpuk, ada helikopter, dsb. Kami mencari perlindungan masing-masing. Inilah yang gua rasakan selama perang berlangsung:

Ya ampun, parah banget, gimana kalau ini perang beneran. Gimana kalau itu semua peluru beneran, gimana juga kalau sekali kena tembak gua langsung berdarah dan nyawa gua lewat. Bener-bener deh kehidupan para pejuang dan para militer itu. Sejengkal jaraknya terhadap maut.

Jadi semasa permainan berlangsung itu aja yang gua pikirin. Dan gua langsung merangkai kata untuk gua tuliskan. Permainan itu sendiri jadinya gak terlalu gua nikmatin, gara-gara terlalu mikirin perasaan orang yang mengalami perang yang sebenarnya.

Babak pertama, gua main terlalu open. Gua terlalu banyak berpindah. Alhasil gua banyak terkena tembakan. Gak apa, mumpung masih latihan dan permainan sebenarnya belum dimulai. Ketika permainan mulai, gua diserang dari sana dan sini. Wuihhh.. ngeri juga. Sampai akhirnya gua terkena tembakan di muka dan dinyatakan gugur dan harus keluar dari lapangan. Gak banyak setelah itu, banyak lainnya yang keluar dari lapangan. Babak I dimenangkan pihak lawan.

Babak kedua, gua bermain lebih save. Gua lebih menutup diri. Gua lebih banyak berlindung dan tidak banyak bergerak. Setidaknya ada satu sasaran yang gua kenai, atau mungkin, yang gua pikir gua mengenainya. Hahaha... Sialnya, ternyata gua akhirnya gugur juga. Kali ini bukan karena gua terkena tembak, tapi malahan karena peluru habis. Gimana juga perang sebenarnya kalo peluru gua habis. Bisa mati awak. Akhirnya Babak II, juga dimenangkan lawan. Hahaha.. kalah mulu.

Wah... pokoknya seru abis deh main paintball itu ternyata. Memuaskan lah. Apalagi untuk orang-orang yang menjadikan itu sebagai hobi. Nampaknya seru abis deh itu.


Selepas itu kami melanjutkan acara dengan makan siang. Karena itu juga banyak acara gua hari itu yang nyaris berantakan. Untung saja, akhirnya semua berjalan lancar. Nice weekend!

By the way, sedih juga nih Om Jugo cabut. Gak ada temen berantem lagi di KPPTI. Plus gak ada tim have fun go mad lagi nih. Hahahaha.