Semua orang pasti menganggapku sudah gila.
Mana ada orang yang mencintai bayangannya sendiri.
Namun aku tidak bisa berbohong pada diriku sendiri.
Aku harus jujur kepada diriku sendiri.
Bagaimana aku bisa hidup kalau begitu.
Jujur saja, Ia selalu ada dalam hidupku.
Ia selalu ada disampingku.
Ia selalu menemaniku setiap saat.
Di kala terik. Di kala gelap.
Di kala hujan. Di kala badai, Ia selalu ada.
Awalnya aku tidak memperhatikan ini, namun belakangan ini semua menjadi teramat jelas.
Ia berubah. Selalu mengertiku.
Aku juga berubah, selalu mengertinya.
Yang lain boleh pergi meninggalkanku.
Namun Ia tetap tinggal. Menjadi temanku.
Memang, semua orang berkata itu tidak mungkin.
Tapi aku berharap tidak ada yang mustahil.
Semua orang berkata, itu kegilaan, madness, insanity.
Tapi aku berkata, itu kejujuran. Naluri alamiah yang keluar dari diriku.
Semua berkata, kamu sudah tidak waras.
Tapi aku berkata, aku belum pernah sebahagia ini sebelumnya.
Ia tidak bisa memegangmu!
Aku tidak butuh dipegang.
Ia tidak bisa menciummu!
Aku tidak butuh dicium.
Ia tidak bisa bercumbu denganmu!
Aku tidak butuh dicumbu.
Aku hanya butuh ditemani. Sosok yang selalu ada disampingku. Setiap saat.
Aku tahu dengan akal sehat bahwa semua ini dilarang.
Tidak akan pernah dan tidak akan bisa.
Dunia tidak akan pernah mengizinkan hal ini terjadi.
Namun, tidak bisakah kalian? Membiarkan aku sesaat saja, menikmati cintaku padanya.
Sesaat saja. Aku memuaskan rasa sayangku kepadanya.
Aku tahu batasnya. Ketika waktu memanggilku. Ketika cahaya tidak lagi ada. Ketika itulah aku harus melepasnya.
Hanya saja, biarkan aku mencintainya, walau sesaat.
Showing posts with label roman. Show all posts
Showing posts with label roman. Show all posts
Thursday, October 28, 2010
Monday, August 04, 2008
Ketika Sang Putri Kembali Menjadi Kurcaci
Yang aku tahuKetika Sang Putri tidak lagi menjadi Putri
Aku adalah Kurcaci...
Ya, hanya seorang Kurcaci
atau mungkin seekor Kurcaci
Ketika Ia harus kembali menjadi kurcaci dimataku
Jiwaku kosong Tidak berisi
Ketika Sang Putri kembali menjadi KurcaciDan ketika Sang Putri harus kembali menjadi Kurcaci
sepertiku
Genggamannya berubah menjadi rangkulan dipundakku
Ah... andai saja aku bisa lebih menikmatinya.
Ternyata tidak
Aku berharap Tuhan agar kurcaci lain akhirnya bisa melihat keindahanmu
Sepertiku
Dahulu...
Bahkan jauh ditempat pelariankuNamun harus sekarang, atau duri itu akan semakin sakit menusukku
Aku tetap tak bisa menahan guncangan itu
Jiwaku sakit, dan makin sakit
Racun itu semakin menyebar dan semakin membunuhku
Aku harus bisa membuang potongan hatiku itu
Atau aku akan mati karena racun itu
Dan juga Ia
Dan Sang PutriMaafkan aku...
Yang selalu membaca surat hidupku
Jawablah dalam hatimu
Subscribe to:
Posts (Atom)