Showing posts with label pencerahan. Show all posts
Showing posts with label pencerahan. Show all posts

Wednesday, February 16, 2011

Memulai Hari Dengan Bersyukur

Aku percaya memulai hari dengan bersyukur memiliki kekuatan kosmos yang sangat dahsyat
Dalam kepercayaanku kekuatan kosmos ini bukan sesuatu yang diawang-awang, melainkan sesuatu yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu kekuatan yang membuat aku begitu yakin menjalani hari, betapa Tuhan sendiri yang menyertai perjalanku sehari itu.

Bersyukur tidak harus melalui hal-hal besar. Bersyukur Tuhan memberikan kesehatan, nafas ketika bangun pagi, sinar mentari yang bercahaya menerangi ruang-ruang hati kita, keluarga yang berada bersama kita, kekasih, sahabat, harta berkecukupan, dan lain sebagainya. Bahkan dalam kondisi susahpun tetaplah bersyukur, karena kita masih diberi kehidupan di dalamnya. Dalam kondisi sakit juga bersyukur, karena masih ada peluang yang Tuhan berikan untuk menjalani hari ini.

Bersyukur, ucapkan saja

Aku mengucap syukur ya Tuhan untuk hari ini

mudah, ringan, tidak sulit untuk dikatakan. Hanya haturkan perkataan tersebut dari hati yang paling dalam. Niscaya seluruh surga mendengar dan tersenyum bersama kita.


Thursday, August 07, 2008

Don't Judge Book by It's Cover

Honestly, truly from the deepest down of my heart. I never use this thing every time I buy book.

Secara gitu lho, gua tuh suka banget ngeliat paduan warna-warna bagus dan desain-desain keren. Jadi yah kalau ada buku dengan isi (eh..em.. maaf) kampung dan norak, tapi sampulnya bagus, pasti tetep aja gua beli. Secara, gua emang suka.

Hmm... biasanya sebutan untuk orang-orang seperti gua ini adalah: dangkal. Dan emang gua mengakuinya:

Gua adalah orang yang dangkal

Bukan cuma buku segala sesuatu gua lihat emang dari luarnya aja. Nggak tau, nurut gua tuh ya, kalau emang sesuatu itu udah hebat banget berarti gua menganggap sesuatu itu udah bisa membenahi dirinya luar dan dalam. Jadi gua langsung menilai luarnya dulu, baru liat dalem-dalemnya. Atau bisa juga digambarkan seperti ini kali yah kalo gua ngeliat sesuatu:

pertama ngeliat, ternyata oke: + (hmm... boleh juga)
ngeliat isinya, ternyata oke: + (mantab)
kesimpulan: ++

jadi kalo gua ngeliat begini:

pertama ngeliat: + (mantab)
isinya: - (dodol)
Kesimpulan: - + (okelah)

Tapi kecenderungan gua adalah, ketika gua ngeliat sesuatu yang luarnya aja udah gak enak dilihat, gua langsung males liat dalem-dalemnya. Okelah gua lihat, tapi biasanya gua udah bersifat offensive terlebih dahulu gara-gara penampilan luarnya.

pertama ngeliat: - (hancur)
isinya: - (cenderung gua ngeliatnya ancur. Kecuali bagus banget baru gua kasih nilai +)
kesimpulan: - - (hancur banget)

Jadi kalau suatu waktu gua ketemu bapak-bapak tua renta kaya raya tapi pake baju compang-camping, gua akan langsung nganggep bapak-bapak itu hancur. Hahahaha.

Ya emang gua begini adanya. Setidaknya gua mengakui diri gua sendiri dulu deh kalau gua itu emang dangkal. Dengan begini gua kan jadinya lebih rendah hati dan mau minta tolong kepada Tuhan untuk dibenahi. Mungkin aja ada coding gua yang rusak gara-gara pahitnya masa lalu gua dulu sehingga membuat gua dangkal begini. Dan satu-satunya pribadi yang bisa betulin coding gua yah berarti Sang Pencipta gua.


Terkadang manusia juga bersikap picik! Nggak mau menerima tolong itu yang dari Maha Kuasa untuk membenahi coding dirinya yang salah. Kebanyakan penolakan itu muncul karena Tuhan menggunakan manusia lain untuk membenahi coding kita itu. Piciknya kita manusia, KITA NGGAK MAU DIAJARI. Kita lupa bahwa Tuhan bisa pakai apa saja dan siapa saja untuk mengajari kita. Yang paling penting adalah PENGAJARAN ITU, bukan siapa yang dipakai. Bodohnya kita!

Atau, setidaknya gua seperti itu. Gua paling males diajari oleh orang lain. Dalam pikiran gua, siapa dia berani mengajari gua. Yah maklumlah, gua lahir dari keluarga Batak. Ehm.. atau gua mungkin gak boleh menggeneralisasi kayak gitu yah, emang guanya aja yang bebal. Mungkin karena ini juga gua masih dangkal terus sampai sekarang. Abis sejujurnya, gua genek (kesel plus eneg) sih kalo diajarin orang lain. Sok tahu banget menurut gua. Dasar yah gua bebal banget! Gak beralasan! Dan sombong!

Hmm... yah minimal gua mengakuinya dulu kalau gua dangkal, dan gua bebal gak mau diajari. Semoga dengan pelajaran ini gua bisa menjadi orang yang lebih baik. Amin.