Waduh... bagaimana ini. Malas ngapa-ngapain padahal kerjaan banyak.
Bagaimana ini?
-sahat
yang sedang mencoba membangkitkan semangat diri sendiri
Wednesday, October 29, 2008
Thursday, October 23, 2008
Nelpon Artis
Tempo hari sempet nelpon artis perihal mengundang dia dalam suatu event yang gua dan teman-teman selenggarakan.
Nama artis tersebut adalah Cindy Carolina Sibarani. Dia terkenal lewat acara reality show Akademi Fantasi Indosiar season II. Dia mendapat kehormatan di peringkat 4 waktu itu. Semenjak itu dia sering sekali dipanggil nyanyi ke sana ke mari, dan tentunya juga bermain Sinetron ke sana ke mari, dan juga bintang iklan ke sana ke mari.
Beliau ini sebenarnya teman SMA gua waktu di 13. Cuma dia itu angkatan 2000 sementara gua 2001. Kami cukup saling mengenal lah selama di sekolah, dan emang dia selama di sekolah dulu terkenal sebagai artis dengan suara emas. Selain suaranya bagus, pembawaannya itu juga menakjubkan. Ruuuaarrr.. biasa. Sebenernya yang suaranya bagus banyak waktu di SMA, tapi yang kayak dia ini emang cuman satu.
Back to the Topic, sebenernya gua takut juga mau nelpon dia. Gua takutnya dia udah gak kenal gua. Sempat mendengar rumor sih dari teman-teman lain, katanya Cindy sekarang berbeda, susah diajak kemana-mana dsb. Wadoh.. gua makin ngeper tuh nelpon dia. Cuman ya emang butuh, akhirnya gua tetep beraniin diri nelpon dia.
tuut... tuut... tuut...
die : Hallo...
gue : Hallo selamat pagi, dengan Cindy
die : Ya benar, ini dengan siapa
gue : Ini dengan Sahat Hutajulu
die : Siapa?!!
gue : Sahat, temen SMA lu sih. Gua gak tau lu masih inget ama gua apa nggak.
die : Oh.. Sahat... gile ternyata loe toh', gua kan gak tau marga lu. Eh, apa kabar lu bok... gile kemana aja loe.. bla.. bla... bla...
...
gue : Iye.. gua takut banget tadi nelpon lu. Gua takut lu gak kenal gue.
die : nggaklah.. tenang aja.. sekali-sekali maen dong.. lu..
...
gue : ngapain sekarang..
die : nyanyi-nyanyilah, entertainer, latihan-latihan, buat album...
...
Piuuhhh...!! Untungnya ternyata dia masih kenal gua. Kalo gak kenal, malu banget deh gua.
Hihihi.. Bangga juga gue, punya temen artis terkenal dan tetep cinta Tuhan sampe sekarang.
Keep fighting Sis', for the glory of Heaven!! Gb
Nama artis tersebut adalah Cindy Carolina Sibarani. Dia terkenal lewat acara reality show Akademi Fantasi Indosiar season II. Dia mendapat kehormatan di peringkat 4 waktu itu. Semenjak itu dia sering sekali dipanggil nyanyi ke sana ke mari, dan tentunya juga bermain Sinetron ke sana ke mari, dan juga bintang iklan ke sana ke mari.
Beliau ini sebenarnya teman SMA gua waktu di 13. Cuma dia itu angkatan 2000 sementara gua 2001. Kami cukup saling mengenal lah selama di sekolah, dan emang dia selama di sekolah dulu terkenal sebagai artis dengan suara emas. Selain suaranya bagus, pembawaannya itu juga menakjubkan. Ruuuaarrr.. biasa. Sebenernya yang suaranya bagus banyak waktu di SMA, tapi yang kayak dia ini emang cuman satu.
Back to the Topic, sebenernya gua takut juga mau nelpon dia. Gua takutnya dia udah gak kenal gua. Sempat mendengar rumor sih dari teman-teman lain, katanya Cindy sekarang berbeda, susah diajak kemana-mana dsb. Wadoh.. gua makin ngeper tuh nelpon dia. Cuman ya emang butuh, akhirnya gua tetep beraniin diri nelpon dia.
tuut... tuut... tuut...
die : Hallo...
gue : Hallo selamat pagi, dengan Cindy
die : Ya benar, ini dengan siapa
gue : Ini dengan Sahat Hutajulu
die : Siapa?!!
gue : Sahat, temen SMA lu sih. Gua gak tau lu masih inget ama gua apa nggak.
die : Oh.. Sahat... gile ternyata loe toh', gua kan gak tau marga lu. Eh, apa kabar lu bok... gile kemana aja loe.. bla.. bla... bla...
...
gue : Iye.. gua takut banget tadi nelpon lu. Gua takut lu gak kenal gue.
die : nggaklah.. tenang aja.. sekali-sekali maen dong.. lu..
...
gue : ngapain sekarang..
die : nyanyi-nyanyilah, entertainer, latihan-latihan, buat album...
...
Piuuhhh...!! Untungnya ternyata dia masih kenal gua. Kalo gak kenal, malu banget deh gua.
Hihihi.. Bangga juga gue, punya temen artis terkenal dan tetep cinta Tuhan sampe sekarang.
Keep fighting Sis', for the glory of Heaven!! Gb
Wednesday, October 22, 2008
Kemvali Menulis
Entah ada goncangan ava di dunia per-blog-an gua sehingga gua jadi malas menulis. Kali ini gua sedang berusaha untuk kemvali menulis vuah-vuah vikiran gua.
Saat ini gua sedang menyukai huruf "v". Pula, kalau disevutkan atau diomongkan jadi terkesan lucu. Hahahahaha...
Here ve go again...
Saat ini gua sedang menyukai huruf "v". Pula, kalau disevutkan atau diomongkan jadi terkesan lucu. Hahahahaha...
Here ve go again...
Tuesday, October 21, 2008
Doktrinasi Lewat Lagu
Ku tak mau mencintaimu, kita berteman saja teman tapi mesra...
atau,
Ingin ku bunuh pacarmu...
atau,
Putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I love you padaku...
Boleh percaya boleh nggak, doktrinasi lewat lagu adalah doktrinasi paling efektif yang pernah ada di Bumi. Orang dengan sangat mudah menerima apa yang enak di dengarnya. Dan canggihnya lagi, tanpa disadari oleh si pendengar tersebut, Ia menjadi setuju dengan lirik lagu yang dinyanyikan. Apalagi dengan diulang-ulangnya lagu tersebut oleh sang pendengar, langsung saja orang tersebut praktis memegang teguh kepercayaan tersebut.
Bandingkan dengan media doktrinasi lainnya: khotbah, ceramah, pidato. Sebagian orang sudah terlebih dahulu merasa bosan mendengarnya bahkan sebelum si pembicara masuk ke pokok masalah pembicaraan. Jangan kaget juga kalau tiba-tiba ada yang tertidur di tengah-tengah hal tersebut.
Pikirkan sekali lagi tentang musik. Siapa yang tidak suka musik. Jenis musik apapun pasti banyak penggemarnya. Jazz, Pop, Dangdut, semuanya pasti punya penggemar. Dan tanpa di sadari, para penggemar itu kemudian menjadi setuju dengan lirik lagu yang dibawakan musik-musik tersebut.
Untuk itu sudah sepatutnya para pencipta lagu, seyogyanya lebih bijak dalam memilih lirik. Kenapa? Karena tanpa disadari lirik tersebut dapat mengubah hidup seseorang. Kalau positif orang tersebut akan menjadi orang yang lebih baik, lebih tangguh, lebih kuat dan lebih sabar; sedangkan kalau negatif, jangan heran kalau ada orang yang membunuh hanya karena seringnya ia mendengarkan lirik yang "sekalipun dengan nada bercanda" tentang pembunuhan.
Aku, saya sendiri kalau mencipta lagu biasanya tentang perasaan yang kucurahkan kepada Sahabat Terkasihku. Semacam simple faith gitu. Hehe. Semoga itu bisa membuat orang lain lebih semangat dalam hidupnya.
Cheers.
atau,
Ingin ku bunuh pacarmu...
atau,
Putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I love you padaku...
Boleh percaya boleh nggak, doktrinasi lewat lagu adalah doktrinasi paling efektif yang pernah ada di Bumi. Orang dengan sangat mudah menerima apa yang enak di dengarnya. Dan canggihnya lagi, tanpa disadari oleh si pendengar tersebut, Ia menjadi setuju dengan lirik lagu yang dinyanyikan. Apalagi dengan diulang-ulangnya lagu tersebut oleh sang pendengar, langsung saja orang tersebut praktis memegang teguh kepercayaan tersebut.
Bandingkan dengan media doktrinasi lainnya: khotbah, ceramah, pidato. Sebagian orang sudah terlebih dahulu merasa bosan mendengarnya bahkan sebelum si pembicara masuk ke pokok masalah pembicaraan. Jangan kaget juga kalau tiba-tiba ada yang tertidur di tengah-tengah hal tersebut.
Pikirkan sekali lagi tentang musik. Siapa yang tidak suka musik. Jenis musik apapun pasti banyak penggemarnya. Jazz, Pop, Dangdut, semuanya pasti punya penggemar. Dan tanpa di sadari, para penggemar itu kemudian menjadi setuju dengan lirik lagu yang dibawakan musik-musik tersebut.
Untuk itu sudah sepatutnya para pencipta lagu, seyogyanya lebih bijak dalam memilih lirik. Kenapa? Karena tanpa disadari lirik tersebut dapat mengubah hidup seseorang. Kalau positif orang tersebut akan menjadi orang yang lebih baik, lebih tangguh, lebih kuat dan lebih sabar; sedangkan kalau negatif, jangan heran kalau ada orang yang membunuh hanya karena seringnya ia mendengarkan lirik yang "sekalipun dengan nada bercanda" tentang pembunuhan.
Aku, saya sendiri kalau mencipta lagu biasanya tentang perasaan yang kucurahkan kepada Sahabat Terkasihku. Semacam simple faith gitu. Hehe. Semoga itu bisa membuat orang lain lebih semangat dalam hidupnya.
Cheers.
Thursday, September 25, 2008
Favourite Musician
Ada pertanyaan kecil pada bagian Speaking, di simulasi tes TOEFL yang tempo hari gua langsungkan.
Spontan gua menjawab:
And that was it. That was my answer. Gua spontan jawab itu, karena live music yang pernah gua tonton dan membuat gua sangat terkesan adalah album live-nya Ron Kenolly yang berjudul Sing Out. Di situ emang keren banget semuanya, dan seperti yang gua bilang di atas, yang keren adalah semua karya luar biasa di album itu, seolah-olah memang dipersembahkan kembali kepada Tuhan. Dan itu keren banget menurut gua.
Bukan untuk kemuliaan diri sendiri, pujian terhadap dirinya sendiri sebagai seorang musisi, tetapi semuanya itu; dia mengajak semua orang juga untuk memuji; diberikan untuk juruselamatnya yang telah menyelamatkan dia.
Awesome!
Who is your Favorite Musician? Why do you like the music? Give details and examples in your answer?Gua cuman diberi waktu 15 detik untuk memikirkan jawaban gua itu. Artinya siapapun nam yang akhirnya keluar dari nama gua, itu adalah musisi yang bener-bener bikin gua terkesan. Dan karena hidup gua sebagian besar adalah musik, itu berarti isi musik si musisi itu adalah hidup gua.
Spontan gua menjawab:
My Favorite Musician is Ron Kenoly. He is a gospel singer from USA, and now he is included in Integrity Music of USA.
What I like about his music is, his music is written dedicated only to God.
Not just his weight old fashion black people voice, which is very awesome, I also like his music arrangements that is very incredible for me. The supporting artists and instruments are also amazing. The complete strings and brass artist, the magnificent bassist and guitarist, and many else, all work together to birth a brand new music in Gospel area.
And, once again, what I really like about his music is because he creates the music olny to God. He is not just sing, but he also teach us how to praise God worth way.
And that was it. That was my answer. Gua spontan jawab itu, karena live music yang pernah gua tonton dan membuat gua sangat terkesan adalah album live-nya Ron Kenolly yang berjudul Sing Out. Di situ emang keren banget semuanya, dan seperti yang gua bilang di atas, yang keren adalah semua karya luar biasa di album itu, seolah-olah memang dipersembahkan kembali kepada Tuhan. Dan itu keren banget menurut gua.
Bukan untuk kemuliaan diri sendiri, pujian terhadap dirinya sendiri sebagai seorang musisi, tetapi semuanya itu; dia mengajak semua orang juga untuk memuji; diberikan untuk juruselamatnya yang telah menyelamatkan dia.
Awesome!
Subscribe to:
Posts (Atom)