Tuesday, April 13, 2010

Aku Teringat (1)

Aku teringat: Sewaktu sedang menyetir di daerah Depok. Sedang macet-macetnya. Aku pasang musik agak keras, mengambil Handphone (sebagai pengganti microphone), dan mulai bernyanyi mengikuti musik sambil memejamkan mata, mengangkat-angkat tangan dan sedikit menyunggingkan dagu (Bak Sedang Konser). Dan ketika aku membuka mata: Para penumpang di angkot depan sedang melihat ku; terbelalak. Voila!! Rasanya malu luarrrrrr biasa.
Terjadi momen paling bersejarah dalam hidupku. Satu detik yang sangat berharga. Satu detik keputusan yang sangat penting. AKU TAK TAU HARUS BERBUAT APA. Malu sekali rasanya.
Kemudian dengan sangat cepat aku kembali bernyani, kali ini lebih "Hot" dan menjijikkan. (Entah apa yang mereka pikirkan).
Pesan moril: Pilihlah lagu-lagu instrumen di Tape mobil anda. Niscaya tidak akan pernah kejadian naas seperti yang ku alami.
He3x.

Tuesday, April 06, 2010

Menulis Lagi

Setelah akhirnya sedikit bosan dengan Facebook, dan kembali membaca begitu banyak blog, akhirnya memutuskan untuk menulis lagi.

Hmm.. wondering how I start this again.

Mungkin dengan sekedar mengatakan, apa kabar? Atau dengan menulis How I feel sekarang. Benar, mungkin lebih baik dengan menuliskan apa yang kurasakan sekarang.

Saat ini, aku sedang merasakan seperti seorang diri. Pada kenyataannya memang seperti itu. Nampaknya aku terlalu membatasi diri dari orang-orang disekitarku. Aku lebih memilih membangun jarak, sehingga alhasil aku sendiri tidak bisa seenaknya melewati tembok yang sudah ku bangun tinggi-tinggi itu.

Jadilah aku bengong-bengong sepanjang perjalanan Pondok Indah - Cilincing, setiap perjalanan pulang dari Kantor. Kembali mereka-reka, kenapa yah, aku memilih untuk mengisolasi diri. Akhirnya aku seperti merasa sendiri dan kesepian.

Tapi gak apalah, biasanya perasaan seperti itu datang dan pergi.

Kalau tidak salah, saya pernah membuat satu blog lagi. Suatu blog rahasia yang pernah saya buat setiap saat emosi ku sedang labil. Aku bisa menulis seenaknya di sana. Karena hanya aku, blog itu dan Tuhan yang tahu. Hmm... nampaknya perlu mencari blog itu lagi.

Wednesday, February 10, 2010

udah lama ga nulis

udah lama ga nulis.
gak tau yah, nulis blog bukan favorit lagi sekarang.
sekarang favoritnya bacain status orang di facebook.
trus update status di facebook.

hmm.. aneh banget kegemaran barunya.
meanwhile, kerjaan banyak banget.
jadi sign out dulu deh.
bye.

Thursday, January 07, 2010

Starting Event Organizer

No more talk, no more thinking.
ACTION!!
Name:
Ginger Dusk
Slogan:
We please to make you happy

Address:
(my house for now)
Kalibaru Barat IV no 26 RT 02/07
Cilincing. Kalibaru. Jakarta Utara. 14110

Scope of Work:
Wedding, Music Concert, Exhibition, Auction, Book Author Signing, etc.

My dream is about to come true.

Monday, January 04, 2010

Membangun Choir

Belakangan sedang bekerja juga untuk membangun suatu Paduan Suara atau Koor atau Choir di gereja. Membangun suatu Paduan Suara yang berkualitas dengan kecintaan terhadap pujian-pujian indah buat Tuhan..

Dalam menjalani hal tersebut, banyak sekali masalah dan dilema. Masalah terbesar adalah: JUMLAH ORANG. Ini menjadi masalah besar sekali, karena memang zaman sekarang ini sedikit sekali anak muda yang menyukai paduan suara. Paduan Suara terdengar membosankan dan monoton. Apalagi dengan diharuskannya setiap penyanyi untuk bisa membaca partitur paduan suara. Ah.. nampaknya lebih senang bernyanyi lagu-lagu di kaset atau mp3 yang biasa diputar di radio dan televisi.

Sebenarnya banyak juga lho lagu-lagu pujian Pop masa kini yang di-arrange ulang menjadi repertoir paduan suara. Namun, ITULAH DILEMANYA.

"Ketika harus memilih jenis lagu yang ditampilkan, apakah harus dipilih lagu-lagu yang mudah, sehingga banyak penyanyi yang datang,
atau kah, pilihlah lagu-lagu yang menunjukkan "keindahan" paduan suara itu sendiri, namun sedikit penyanyi yang datang?"

Dilema ini mungkin bisa diatasi dengan gantian pemilihan lagu tiap minggu. Misalnya dalam 1 bulan terdapat 4 minggu, maka dipilih 2 minggu lagu mudah dan 2 minggu lagu paduan suara. Tetapi itu nampaknya hanya akan menjadikan kualitas paduan suara ditengah-tengah. Hmm.. mungkin bisa tingkat kesulitan dinaikkan sedikit-sedikit, tetapi itu juga kalau seluruh penyanyi konsisten datang.

Masalahnya penyanyi itu datangnya bergantian. Minggu ini si A tidak datang, minggu depan si B, minggu depannya si C. Hmm.. pusing juga.

Ternyata permasalahannya kompleks juga yah. Masalahnya Orang tua sangat menuntut pemudanya berprestasi dalam Paduan Suara. Seperti hidup dalam kebohongan. Anggotanya tidak terlalu menyukai Paduan Suara tetapi dituntut untuk suka.