Tuesday, August 05, 2008

A Brand New Day

This morning I woke up gloriously
It seems like I was awakened from my grief
The Sun so bright and the light so white
My dreams are heavy but they all were forgotten

Today, I woke up with smile
After all those cloudburst
After all those mourning
After all those hurts

Now is time to move on
And I am fresh as a baby

Welcome to the new world
It's getting hot now
Uh.. I like it

Monday, August 04, 2008

Ketika Sang Putri Kembali Menjadi Kurcaci

Ah... aku tidak mampu menemukan metafora itu Suatu kata-kata pembanding yang penuh hiasan untuk mengutarakan perasaanku
Yang aku tahu
Aku adalah Kurcaci...
Ya, hanya seorang Kurcaci
atau mungkin seekor Kurcaci
Ketika Sang Putri tidak lagi menjadi Putri
Ketika Ia harus kembali menjadi kurcaci dimataku
Jiwaku kosong Tidak berisi
Ketika Sang Putri kembali menjadi Kurcaci
sepertiku
Genggamannya berubah menjadi rangkulan dipundakku
Ah... andai saja aku bisa lebih menikmatinya.
Ternyata tidak
Dan ketika Sang Putri harus kembali menjadi Kurcaci
Aku berharap Tuhan agar kurcaci lain akhirnya bisa melihat keindahanmu
Sepertiku
Dahulu...
Bahkan jauh ditempat pelarianku
Aku tetap tak bisa menahan guncangan itu
Namun harus sekarang, atau duri itu akan semakin sakit menusukku
Jiwaku sakit, dan makin sakit
Racun itu semakin menyebar dan semakin membunuhku
Aku harus bisa membuang potongan hatiku itu

Atau aku akan mati karena racun itu
Dan juga Ia
Dan Sang Putri
Yang selalu membaca surat hidupku
Jawablah dalam hatimu
Maafkan aku...

Sunday, August 03, 2008

Lirik lagu Country

Gua baru menyadari sesuatu hal. Gua suka banget lagu-lagu Country. Musiknya sih gak terlalu. Tapi kalo yang Country kontemporer gua agak suka. Kayak lagu-lagunya Carrie Underwood. Tapi yang paling gua suka adalah liriknya. Gua suka banget, TERNYATA, lirik lagu-lagu Country.

Contohnya lagu berikut ini:

"Don't Forget To Remember Me"

18 years have come and gone
For momma they flew by
But for me they drug on and on
We were loading up that Chevy
Both tryin' not to cry
Momma kept on talking
Putting off good-bye
Then she took my hand and said
'Baby don't forget

Before you hit the highway
You better stop for gas
There's a 50 in the ashtray
In case you run short on cash
Here's a map and here's a Bible
If you ever lose your way

Just one more thing before you leave
Don't forget to remember me'

This downtown apartment sure makes me miss home
And those bills there on the counter
Keep telling me I'm on my own
And just like every Sunday I called momma up last night
And even when it's not, I tell her everything's alright
Before we hung up I said
'Hey momma, don't forget to tell my baby sister I'll see her in the fall
And tell mee-ma that I miss her
Yeah, I should give her a call
And make sure you tell Daddy that I'm still his little girl
Yeah, I still feel like I'm where I'm supposed to be
Don't forget to remember me'

Tonight I find myself kneeling by the bed to pray
I haven't done this in a while
So I don't know what to say but
'Lord I feel so small sometimes in this big ol' place
Yeah, I know there are more important things,
But don't forget to remember me
But don't forget to remember me'

Yang gua suka adalah penyampaiannya yang jujur, ringan dan sangat unik menurut gua. Bahasa yang digunakan gak ribet, kebanyakan berkisah tentang kehidupan sehari-hari. Makanya gua suka banget.

Sepertinya pengarang lagu tidak ingin bersembunyi lewat lirik lagunya. Yang disampaikan gamblang mengena ke pokok permasalahan. Dan biasanya memang lagu-lagu Country ini berkisah hidup berkeluarga, sepasang suami istri yang bertengkar, kehidupan anak yang jauh dari orang tua dsb.

Jenis musik Country, adalah jenis musik asli yang berasal dari Amerika Serikat. Kalau gua menilik dan menelaah lirik-lirik di jenis lagu ini, koq gua sama sekali gak ngeliat gaya hidup Amerika nan glamour dan menyebalkan itu yah. Yang gua lihat adalah kehidupan sederhana nan kampung dan rendah hati. Dan gua seneng banget ngeliatnya. Cukup ekstrim memang. Kalo liat film-film Hollywood yang hidup gak ada aturan (relatif terhadap budaya timur) dengan lirik-lirik lagu Country, yang menurut gua sedikit-banyak cocok dengan budaya timur.

Hmm, jadi kesimpulannya, lagu Country-kontemporer juga salah satu genre yang akan gua dengar di waktu-waktu ke depan.

Friday, August 01, 2008

Kheladi

Bahasa India.

Bahasa Indonesianya Pemenang.

Bahasa Inggrisnya Champion.

Bahasa Bataknya Na Monang.

Moment of Truth

Momen yang sama, tujuh tahun lalu, ketika gua akhirnya berhasil membuat almarhum Bokap terharu, menangis bangga buat gua, ketika akhirnya Tuhan mengijinkan gua untuk berkuliah di kota lain, di tempat yang merupakan rencana paling indah (so far) yang dia rancangkan buat gua.

Pagi itu gua masih setengah tidur menghadapi hari itu, gak tau kenapa gua tuh gak terlalu deg-deg-an menghadapi hari itu. Mungkin karena malam sebelumnya gua mendapat premonisi, semacam penglihatan gitu. Penglihatan itu berkisah bahwa nomor UMPTN gua muncul di koran dengan jurusan yang gua dapatkan adalah pilihan pertama gua. Sekitar jam 6 kurang gitu, hari pengumuman, gua membuka mata, hanya membuka mata tapi tidak bangun. Pintu masih tertutup. Kemudian gua mendengar pembicaraan di luar antara Bokap gua dan Kakak gua yang kedua. Pagi mulai memutih dan cerah hari itu, dan nampaknya langit sangat segar walaupun gua cuma bisa merasakannya dari sinar pagi hari yang jatuh lewat jendela kamar gua.

Bokap: "Nah, ini koran, ada lho sepertinya nama si Sahat."
Kakak: (Memasuki kamar gua, mengambil nomor ujian UMPTN gua). "Iya, benar ini nama adek Aad." Kakak gua mencocokan nama gua dengan nomor ujian gua.

Sampai situ gua udah merasa senang. Gua yang masih pura-pura tidur sambil mendengar perkataan itu ngerasa seneng banget. Nama gua sudah ada. Pikir gua gitu. Tiba-tiba seluruh keluarga sudah berkumpul melihat-lihat koran itu. Abang gua dan Kakak-kakak gua yang lainnya juga ikutan. Dan akhirnya mereka semua berhamburan mengelilingi gua di tempat tidur gua. Bokap menyodorkan koran, seraya berkata:

Bokap: Nah, koran, coba liat pengumumanmu.
Kakak: Iya, de' nama lu ada de'.
Gua: Emangnya nama gua ada?
Gua, kemudian bangun dikelilingi keluarga gua. Gua mengambil kartu gua dari Kakak gua kemudian melihat nama dan nomor peserta yang memang tertera pada koran tersebut. Puji Tuhan! Gua sedikit melirik ke arah jurusan gua. Hah! Itu bener pilihan pertama gua.
250841
terharu gua melihatnya. Gua sih udah ngerti itu pilihan pertama gua. Cuma gua masih gak yakin. Terus gua ambil buku latihan soal UMPTN gua, di halaman belakang ada daftar nama jurusan dan kode jurusannya.
ITB

...
Teknik Elektro 250841
...
...

Mendengar hal itu Papi (sebutan gua buat Bokap) langsung mundur keluar kamar. Dia menangis. Terharu. Siapa sangka anaknya bisa masuk Kampus yang memang jadi pujaan orang-orang Batak. Kepercayaan orang Batak itu, siapapun yang bisa masuk situ adalah orang-orang Jenius. Hahaha. Ironis memang. Tapi hal itu cukup membuat Bokap gua meneteskan air mata harunya.

Belum pernah seumur hidup gua melihat Bokap gua menangis. Gak nyangka, pertama kali gua melihat, adalah air mata haru karena anaknya yang satu ini.
Gua mulai juga mencari nama-nama temen gua M. Redwan Firdaus a.k.a Ecezt, sohib gua dan juga Okta Iskandaria sohib gua juga yang selalu sebel ama gua. Syukurlah mereka berdua lulus. Juga Astri Indrawati (bener gak sih ini namanya?) si penjual Risol. Piuhhh... Syukurlah. Geng-an kami lulus semua. Ada satu lagi anggota dari Geng kami, Ade Putri Wahyuni, tapi dia emang gak ikut UMPTN karena akan segera menikah. Dan jadilah dia sekarang sudah memiliki 2 momongan.

Terus gua pergi ke sekolah dan ketemu dengan lulusan-ers lainnya di sekolah. Kita ketawa bareng. Ngobrol bareng dengan penuh kebanggaan.

Malemnya gua mendengar cerita Bokap. Dia mengkisahkan perihal kelulusan gua ke teman-temannya sesama supir dan kernet di terminal. "Bah, hebat puang, nga masuk anakku tu ITB. Jurusan Teknik Elektro". Bokap bercerita kepada Nyokap betapa exciting-nya respon dari teman-temannya itu. Buat gua, itu juga merupakan kebanggaan.

Belakangan gua gak pernah malu lagi kalo ditanya orang, Bokap lu kerja apa? Ada petikan, pembicaraan gua dengan teman gua waktu itu.
dia: bokap lu kerja apaan 'hat?
gua: supir?
dia: hahahahhaha...
gua: menunjukkan muka serius dan nggak bercanda.
dia: becanda loe?! serius!
gua: serius. Supir Mikrolet. M15A, jurusan Tj. Priok-Mangga Dua.
dia: serius! koq bisa? nyekolahin anaknya sampe ikutan les Bahasa Inggris segala di LIA?
gua: gak tau gua juga.
dia: Nyokap lu?!
gua: guru SMP. Kakak gua tiga lagi pada kuliah. Abang gua satu lagi juga.
dia: serius loe! keren banget.
gua: Iya tuh, gua juga heran. Kami emang banyak berdoa sih.
dia: seriussss. keren bener.

Hari itu, tujuh tahun lalu, buat gua itu adalah moment of truth gua yang gak akan gua lupakan.


Nb: sebenernya moment of truth tuh apa sih. Bener gak sih istilah gua di sini? Pokoknya sesuatu yang sangat mengharukan deh.